Header Ads

Tak Hanya Taat Pribadi, WNA Asal India Ini Ternyata Juga Merupakan Otak Dibalik Penipuan dan Penggelapan Uang

ilustrasi

Kasus penipuan dan penggelapan, dengan modus penggandaan uang dilakukan Taat Pribadi pengasuh Padepokan Dimas Kanjeng, Probolinggo, terus ditangani dan didalami penyidik Ditreskrimum Polda Jatim. Terutama mengenai keterlibatan Vijay, seorang warga negara keturunan India.

"Yang terbaru, otak dibalik penipuan dan penggelapan ini selain tersangka Taat Pribadi. Tersangka Vijay juga otaknya, karena yang berperan untuk EO atau event organizernya," kata Kombes. Pol Frans Barung Mangera Kabid Humas Polda Jatim, Kamis (15/12/2016).

Untuk tersangka lainnya, kata Frans Barung Mangera, yakni Karmawi, adalah orang yang berperan untuk melakukan perekrutan atau mencari orang dijadikan maha guru besar. Nantinya ditampilkan di media sosial seperti YouTube, bahwa di Padepokan Dimas Kanjeng itu ada maha guru besar yang harus dihormati.

"Karmawi ini juga yang berperan mencari perempuan dijadikan SPG dan sebagai pegawai bank. Seperti HSBC ataupun bank lainnya, dengan menggunakan pakaian yang sudah disediakan oleh para tersangka," ujar dia.

Menurut dia, dengan dihadirkan penampilan para SPG yang sudah menggunakan pakaian seperti pegawai bank, Vijay yang berperan sebagai EO, meminta Karmawi supaya kegiatannya dipostingkan di media sosial.

"Tujuannya itu untuk meyakinkan masyarakat ataupun publik yang akan menjadi korban, kalau kegiatan dilakukan tersangka Taat Pribadi itu memang benar ada dan nyata," ujarnya.

Dari penipuan dan penggelepan dilakukan tersangka, penyidik yang menangani juga sudah melakukan penyitaan berupa tempat kos dan rumah pribadi. "Rumah dan tempat kos yang disita penyidik adalah milik tersangka Taat Pribadi Vijay," ujar dia.

Perlu diketahui, tersangka Taat Pribadi ditangkap Polres Probolinggo dan Polda Jatim di Dusun Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Kamis (22/9/2016).

Taat Pribadi ditangkap, karena diduga sebagai otak pembunuhan dua pengikutnya, Ismail Hidayat dan Abdul Gani. Dari penangkapan tersebut, baru terungkap kalau tersangka juga terlibat dalam kasus penipuan dengan modus menggandakan uang.

Satu-persatu orang yang juga sebagai pengikut, melaporkan ke kantor polisi. Seperti di Makassar, Probolinggo, dan Polda Jatim sendiri. Diduga, korbannya puluhan ribu orang dengan total kerugian korban sekira ratusan miliar, bahkan bisa triliunan.

Sumber: suarasurabaya
Powered by Blogger.