Skip to main content

Suka Minum Kopi, tapi Tak Mau Gigi Jadi Menguning? Lakukan Ini Aja!

ilustrasi

Kopi adalah salah satu minuman yang sangat digemari di seluruh dunia. Selain memberikan rasa yang nikmat, konsumsi kopi di pagi hari diyakini akan membuat kita menjadi lebih bersemangat untuk melakukan banyak hal. Bagi beberapa orang, meminum kopi bahkan bisa menjadi cara untuk mencari inspirasi atau ide. Sayangnya, dibalik berbagai manfaatnya, konsumsi kopi secara rutin ternyata bisa berdampak buruk bagi kesehatan gigi kita. Banyak peminum kopi yang akhirnya harus merelakan giginya menguning. Kondisi ini terjadi karena pigmen kopi yang berwarna hitam bisa menempel pada permukaan gigi sehingga warna gigi pun semakin gelap. Selain itu, kandungan asam yang tinggi dari minuman ini memang bisa membuat penampilan dan warna gigi ikut berubah.

Karena alasan inilah, banyak pakar kesehatan yang menyarankan kita untuk mengkonsumsi kopi dengan jumlah yang tidak berlebihan. Namun, bagi mereka yang sudah sangat membutuhkan kopi agar bisa melakukan berbagai macam pekerjaan dengan baik, apakah tidak ada cara yang bisa dilakukan agar giginya bisa tetap cemerlang dan tidak menguning?

Jawaban dari pertanyaan tersebut ternyata ada. Menurut pakar kesehatan, kita tinggal menyiapkan segelas air putih di sebelah cangkir kopi kita. Setelah kita menghabiskan satu cangkir kopi yang nikmat ini, kita bisa segera meminum air putih dan kemudian menyikat gigi kita setengah jam setelahnya. Hal ini diyakini akan secara efektif menghilangkan pigmen kopi yang tertinggal pada permukaan gigi. Pastikan bahwa kita menyikat sela-sela gigi hingga bersih agar berbagai plak yang ada juga bisa semakin terkikis.

Cara lain yang bisa kita lakukan untuk mencegah gigi menguning karena kopi adalah menggunakan sedotan. Memang, akan sangat aneh dan tidak nikmat andai kita mengkonsumsi kopi hangat dengan memakai sedotan. Namun, cara ini diyakini akan sangat efektif mencegah permukaan gigi tidak terpapar langsung pigmen kopi yang bisa menempel dan mengubah warna gigi.

Sumber: doktersehat

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…