Skip to main content

Sudah Tahu? Inilah 5 Kondisi yang Tidak Diperbolehkan untuk Minum Air Putih

ilustrasi

Seperti kita ketahui, semua orang diharuskan meminum air putih sebanyak 8 gelas setiap harinya. Hal ini sangat baik untuk kesehatan tubuh kita.

Namun, ternyata pernyataan ini tidak berlaku bagi beberapa kondisi seseorang. Dalam kondisi tersebut ternyata seseorang tersebut malah dilarang untuk minum air putih yang seperti sudah dianjurkan pada orang-orang normal.

Mungkin memang terdengar sedikit aneh, karena air putih itu kan sudah terkenal sangat baik untuk kesehatan tubuh, tapi ini kok malah di larang?

Hal ini lah yang masih membingungkan, tapi apa salahnya jika kita ketahui beberapa kondisi yang tidak di bolehkan untuk minum air putih.

Dikutip palingseru.com, inilah dia ke lima kondisi yang dilarang minum air putih.

1. Ketika makan
Ketika makan sebaiknya kamu tidak minum air putih karena itu dapat membuat pencernaan kamu tidak berjalan dengan baik. Hal ini dikarenakan pada saat makanan masuk ke lambung, lambung secara otomatis akan mengeluarkan hormon pelancar pencernaa. Nah, jika kamu minum saat makan, maka air tersebut akan bercampur dengan hormon tersebut sehingga menyebabkan pencernaan kamu berjalan tidak lancar.

2. Sebelum tidur
Biasanya seseorang memiliki kebiasaan minum air putih sebelum tidur. Hal ini dilakukan karena dianggap baik untuk kesehatan. Tapi, sebenarnya hal ini tidak baik untuk kesehatan, karena minum air putih sebelum tidur dapat membuat air tersebut bercampur dengan asam lambung, sehingga bisa saja dapat masuk ke tenggorokan dan dapat saja terhirup oleh paru-paru.

3. Ketika olahraga
Hal ini juga sering dilakukan oleh banyak orang, seperti saat setelah olahraga atau pun dalam keadaan masih olahraga, sering kali seseorang langsung minum air putih yang dianggap baik untuk kesehatan tubuh. Namun, sebenarnya hal ini justru malah tidak baik untuk kesehatan tubuh kamu. Saat olahgara suhu tubuh akan meningkat sehingga jika kamu tambah dengan meminum air putih, kamu malah akan mengalami  kelebihan cairan dan dapat menyebabkan kematian.

4. Usia renta
Saat usia sudah mulai renta atau sekitar 30 atau 40-an, sebaiknya kamu tidak mengonsumsi air putih terlalu banyak, karena pada umur segitu, ginjal seseorang akan mengalami penurunan fungsi sehingga tidak dapat bekerja semaksial usia muda.

5. Penyakit ginjal
Seseorang yang mengalami penyakit ginjal di sarankan untuk tidak minum air putih dalam jumlah yang banyak, karena ginjal yang sudah bermasalah akan sulit untuk berfungsi dengan baik yaitu melakukan penyerapan, dan pengeluaran cairan, sehingga cairan tersebut akan tertimbun di dalam tubuh, dan itu akan memperparah penyakit kamu.

Sumber: terselubung

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…