Header Ads

Sstt...Pembangunan Tol Jakarta-Cikampek Ternyata Memiliki Fakta - Fakta Menarik Loch


Pemerintah Jokowi-JK berencana akan membangun jalan tol melayang Jakarta-Cikampek. Jalan bebas hambatan ini dibutuhkan karena kemacetan yang kerap terjadi di jalan tol Jakarta-Cikampek saat ini. Dipilihnya jalur melayang atau elevated agar tidak memerlukan pembebasan lahan lagi.

Proyek pembangunan jalan tol Jakarta-Cikampek II yang dibuat melayang milik PT Jasa Marga Tbk ditargetkan selesai pada 2019. Pembangunan jalan tol ini menjadi solusi atasi kemacetan di jalan tol tersebut.

"Saya kira manfaatnya diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam mengatasi kepadatan lalu lintas di wilayah sekitarnya, terutama memperlancar distribusi yang dapat mengurangi biaya logistik secara ekonomis," ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono seperti dilansir Antara, Senin (5/12).

Dia berharap Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) ini agar segera untuk dimulai pekerjaannya. Hal ini mengingat kondisi jalan tol saat ini yang sudah padat, memang harus dilakukan pelebaran terlebih dahulu. "Mudah-mudahan tidak akan mencapai lebih dari tiga bulan," katanya.

Menurut Basuki, pembangunan jalan tol ini harus fokus pada metode kerja. Sebab, pembangunan proyek ini juga menghubungkan proyek LRT dan kereta cepat Jakarta-Bandung. "Sehingga, perlu sekali koordinasi yang penuh dalam proyek ini," tegasnya.

Basuki menugaskan kepala Balitbang Kementerian PU-Pera agar melakukan koordinasi secara ketat kepada pihak-pihak terkait, sehingga semuanya berjalan dengan baik. Proyek dengan investasi senilai Rp 16 triliun ini merupakan prakarsa pertama jalan tol yang menggunakan mekanisme penjaminan yang risiko investasinya dijamin oleh PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia.

"Harapannya mekanisme penjaminan dalam pengusahaan jalan tol ini akan menurunkan resiko investasi, meningkatkan 'bankability' proyek, sehingga meningkatkan minat sektor swasta dan perbankan untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur," katanya.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT Ranggi Sugiron Perkasa berencana membangun Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) sepanjang 36,40 Km pada Triwulan II 2017. Pembangunan tersebut, targetnya rampung dan bisa beroperasi pada 2019 dengan masa konsesnsi selama 45 tahun.

Jasa Marga telah melakukan pelebaran secara bertahap pada ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang semula hanya memiliki jumlah lajur 2x2, kini menjadi 2x4. Di sisi lain, ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek sudah tidak dapat dilakukan pelebaran kembali. Sehingga konstruksi Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) yang berupa jalan layang, dibangun di atas jalan tol eksisting dengan jumlah lajur 2x2. Nilainya mencapai Rp 16 triliun.

Memperhatikan bahwa pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) dilakukan pada saat yang sama dengan pembangunan proyek-proyek infrastruktur lainnya, seperti Light Rail Transit (LRT) dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, maka kedua perusahaan dalam pembangunannya, menggunakan konsultan jasa Project Management agar integrasi pelaksanaan konstruksi proyek dapat terkoordinasi dengan baik dan meminimalkan gangguan lalu lintas selama masa konstruksi.

Sumber: merdeka
Powered by Blogger.