Skip to main content

Soal Sidang Ahok, Bachtiar Nasir: Apa Kalau Menangis Kebohongan Menjadi Benar?

Portaldunia.com, JAKARTA -- Saat menjalani sidang perdana kasus penistaan agama di PN Jakarta Utara pada Selasa 13 Desember lalu, terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sempat menangis. Hal ini memunculkan pernyataan dari Ketua Gerakan Pengawal Fatwa MUI (GNPF), Ustaz Bachtiar Nasir.

"Belajar dari Nabi Yaqub dan Nabi Yusuf, apa kalau menangis lalu kebohongan menjadi benar?" kata Bachtiar Nasir saat memberikan tausiah di Masjid Raya Pondok Indah.

Bachtiar menjelaskan, Allah SWT sudah mengatakan kepada Nabi Yusuf bahwa Allah SWT akan menceritakan perlakuan kakak-kakanya, tapi mereka lupa. Nabi Yakub juga sudah mendapat mimpi Nabi Yusuf akan dikerjai saudara-saudaranya. "Itu sebabnya, Nabi Yaqub tidak menangis saat anak-anaknya datang kepada Nabi Yaqub sambil menangis dan berbohong kalau Nabi Yusuf dimakan serigala."

Bachtiar juga mengatakan, saat Ahok mengungkit sumbangannya ke masjid-masjid, bukan berarti urusan penistaan terhadap agama selesai. Yang membangun fasilitas publik di Mesir memang Firaun, tapi Muslim harus taat kepada Nabi Musa.

"Tapi ada yang gagal paham, orang munafik. Mereka pikir ini kesempatan subsidi," katanya. Orang seperti itu, kata Bachtiar, adalah orang yang imannya setipis kertas karena mereka tak sadar yang dipakai adalah uang orang Islam.

Kalau seseorang berkarakter, lanjut Bachtiar, seseorang yang salah akan minta maaf. Kalau berkarakter pula, setelah minta maaf dan sadar pernyataannya menyakiti banyak orang, harusnya mundur dari jabatan. ''Yang begitu baru benar. Tapi apakah dia mundur?''

Ustaz Bachtiar melihat Allah SWT sedang kembalikan 'izzah Islam di Indonesia. Sebelumnya ada surat edaran agar perayaan natal dilakukan dari Balai Kota sampai kecamatan menggunakan dana APBD. Tapi karena umat Islam melakukan Aksi Bela Islam 4 November dan 2 Desember, Sekda DKI Jakarta mencabut surat itu. ''Mengapa orang Islam harus pakai topi sinterklas kalau non-Muslim saja pakai peci?'' kata Ustaz Bachtiar.

Tapi, kata dia, energi 212 sudah mengembalikan 'izzah umat Islam. Orang-orang yang hanya pilih pemimpin mukmin, merekalah yang dapatkan 'izzah. Sementara 'izzah adalah milik Allah SWT, Rasul, dan orang beriman.

Pada Selasa,13 Desember, sidang perdana Ahok digelar PN Jakarta Utara yang sementara menggunakan gedung lama PN Jakarta Pusat. Dalam sidang itu, Ahok sempat menangis dan menyampaikan keberatan. Sidang kedua akan digelar pada 20 Desember mendatang.

Sumber: Republika

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…