Skip to main content

Sindir Massa 212 Bagai Buih di Twitter, Akun @Nadir_Monash Ditegur Sesama Pengurus PBNU



Sehari lepas gelaran Doa Bersama dan Aksi Bela Islam III oleh umat Islam di lapangan silang Monas Jakarta, Jumat (2/12) kemarin. Tampaknya linimasa warganet tidak berhenti mencemooh mereka yang sepakat dengan berhimpunnya jutaan umat Islam kemarin.

Salah satu cuitan yang kembali mendapat sorotan adalah akun Nadirsyah Hosen @Nadir_Monash. Dalam cuitannya yang mendapat berbagai tanggapan dari pengurus PBNU dan Ulama NU, diantaranya yang menulis "Kalau ingin lihat sabda Nabi umat Islam kualitasnya spt buih seolah byk tapi tdk berkualitas lihat kerumunan di Monas hari ini," tulisnya Jumat kemarin., (2/12).




Cuitan tersebut lantas mendapat berbagai kritikan tajam. Diantaranya Dari akun twitter pribadi KH. Shalahuddin Wahid @Gus_Sholah dan @Helmy_Faishal_Z yang juga akun pribadi Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini. "Biasanya umat Islam spt buih spt kata @Nadir_Monash, Aksi 212 tunjukkan keadaan umat Islam yg berbeda: teratur, disiplin, jaga kebersihan," cuit Gus Sholah membantah, Sabtu (3/12).



Hal yang sama disampaikan Ahmad Helmy Faishal, ia mengingatkan Nadirsyah Hosen untuk membuat pernyataan yang menjaga ukhuwah dan menghindari fitnah. "Salah satu modal ukhuwwah adlh menghindar dari fitnah & berburuk sangka. Semoga shbt @Nadir_Monash dpt lbh arif & bijaksana. Bilhikmah.." tulis Helmy Faishal di akun pribadinya, Sabtu.
Mantan pengurus Lembaga Bahtsul Masail PBNU KH. Cholil Nafis melalui akun pribadinya ingin meredam cuitan yang tersebar di linimasa.


Melalui akun pribadinya @cholilnafis ia menulis "dia @Nadir_Monash mengklarifikasi bahwa ia tdk niat merendahkan umat tapi tujuannya agar umat lebih taktis dan lebih diperhitungkan," tulisnya sekaligus mengingatkan.




Namun Nadirsyah Hosen yang juga Rois Syuriah PCINU Australia-Selandia Baru ini langsung membantah cuitannya soal umat Islam di Monas kemarin bagai buih. "Twit saya yg disebar soal buih itu tdk lengkap. Alurnya tdk diikuti. Saya bicara soal peningkatan kualitas umat utk peradaban Islam," kilahnya.

Berikut cuitan lengkapnya, "Kalau ingin lihat bukti sabda Nabi umat Islam kualitasnya spt buih seolah byk tapi tdk berkualitas lihat kerumunan di Monas hari ini." "Karena kalian cuma buih maka pergerakan kalian mudah ditebak dan diombang-ambingkan tergantung angin yg meniup."

"Karena kalian hanya senangnya berkerumun dan teriak2, maka tak heran kalian gampang temakan isu." "Karena kalian cuma kerumunan maka gampang gumunan seolah hebat padahal kualitas umat terlalu sedikit utk diperhitungkan." dan "Berbuih-buih dahulu, berkualitas kemudian. Smg dg cuitan saya, para tokoh Islam terus cerdaskan kualitas umat membangun peradaban Islam."(rp)

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…