Skip to main content

Simak! Ini Dia Cara Mudah agar Tak Jatuh Sakit saat Liburan

ilustrasi

Saat sedang travelling atau melakukan perjalanan liburan ke luar kota yang memakan waktu berhari-hari, menjaga kesehatan adalah hal yang penting. Tentu tak lucu bila sedang liburan namun Anda tiba-tiba mengalami demam atau sakit yang cukup parah, bukan?

Untuk itu ada beberapa cara mudah agar Anda tidak mudah jatuh sakit saat travelling, seperti dilansir laman 1000TravelTips berikut ini:

Menjauhi gigitan serangga

Serangga seperti nyamuk adalah pembawa bibit penyakit yang paling umum di berbagai negara dan wilayah. Menghindari gigitan serangga adalah cara ampuh terhindar dari penyakit seperti malaria, DBD dan lainnya. Gunakan busana berlengan panjang, atau losion anti nyamuk setiap saat.

Sering mencuci tangan

Tangan adalah media yang sering jadi perantara bagi kuman dan bakteri untuk masuk ke dalam tubuh. Jadi, pastikan tangan Anda selalu dalam kondisi bersih. Cucilah tangan sebelum makan, sehabis menyentuh barang-barang, atau bagian tubuh sendiri. Gunakan sabun dan antiseptik lainnya.

Jangan berpanas-panas di terik matahari

Berpanas-panas di bawah terik matahari dapat memicu tubuh jadi dehidrasi dan lemas. Hindari terlalu lama berjemur, agar daya tahan tubuh tetap terjaga.

Minum

Selalu hidrasi tubuh Anda dengan air putih atau air mineral agar tidak dehidrasi. Minum kadang terlupa saat sedang melakukan perjalanan, sehingga tubuh mudah kekurangan cairan. Ini bisa menyebabkan Anda lemas dan drop.

Makanan sehat

Walau ada banyak pilihan makanan yang menggiurkan, tetaplah pilih makanan sehat. Hindari makan di tempat yang tidak bersih sebab bisa menimbulkan penyakit semacam diare, bahkan typus. Jangan lupa makan sayur dan buah walau sedang liburan.

Tidur cukup

Jangan lupa untuk tidur dengan porsi yang cukup, walau sulit. Kurang tidur adalah pemicu berbagai penyakit, dan bisa membuat liburan Anda tak maksimal.

Selamat berlibur.

Sumber: sidomi

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…