Silaturrahim Pasca 212, UBN: Allah Membuat Iri dan Menyesal Mereka yang Tidak Ikut Aksi


Jakarta – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa-MUI (GNPF-MUI) mengadakan silaturrahim pasca Aksi Bela Islam III dengan tema “Tadabbur Surat Al-Maidah” di Masjid Raya Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Acara dihadiri oleh Ketua GNPF-MUI Ustadz Bachtiar Nasir dengan diawali pemutaran video pada saat Aksi Bela Islam III 2 Desember 2016 lalu.

Shalawat dan Takbir selimuti ratusan orang yang hadir di dalam masjid. Tangis pilu dari para hadirin pun menetes ketika Ustadz Bachtiar membacakan shalawat atas Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam.

“Yaa Nabi salaam alaika, ya Rasul salam alaika, ya Rasul salaam alaika, ya Habib salaam alaika, sholawatullah alaika, Asyroqol badru alaina, fakhtafat minhul buduuru, mitsla husnik maa ro-ainaa,” saut para hadirin.

Ustadz Bachtiar Nasir yang biasa disapa UBN menyebutkan di dalam Aksi Bela Islam III ada energi persatuan yang besar.

“Allah membuat iri dan menyesal orang-orang yang tidak ikut aksi damai, 212 kemarin adalah energi persaudaraan,” ujarnya.

UBN yang menggunakan kemeja putih berpeci hitam dalam pemaparannya menyampaikan pentingnya persatuan umat Islam yang hakiki.

“Allah satukan umat Islam, Allah berikan kekuatan untuk menyatukan hati-hati umat Islam membela agama Allah,” ucap UBN dengan menunjukkan jari di dadanya.

Pantauan INA ribuan orang hadir dari kalangan anak-anak muda, ibu-ibu dan bapak-bapak hadir dengan semangat untuk silaturrahmi bersama GNPF-MUI.