Skip to main content

SETELAH SUKSES AKSI 212 TIMBUL VIRAL AJAKAN GERAKAN 5 WASAJADIM


Setelah sukses aksi 212 yang digelar di Monas Jakarta timbul viral ajakan Gerakan 5 WaSaJaDiM. Viral tersebut mengajak umat untuk melakukan sholat 5 waktu berjamaah di masjid.

5 WaSaJaDiM sendiri merupakan singkatan 5 Waktu Solat Jamaah Di Masjid. Apakah viral ini akan disambut umat Islam seperti aksi 212 atau dilupakan dan kemudian menghilang tanpa bekas.

Viral Ajakan Gerakan 5 WaSaJaDiM selengkapnya:

‼LANJUTAN AKSI BELA ISLAM‼

#Gerakan 5 WaSaJaDiM

(5 Waktu Solat Jamaah Di Masjid)

Setelah aksi2 yg luar biasa maka diharapkan seluruh kaum muslimin mulai melakukan Gerakan 5 WaSaJaDiM (5 Waktu Solat Jamaah Di Masjid),

Tidaklah adzan berkumandang melainkan itu adalah panggilan Allah kepada kita orang2 beriman


Karena disinilah salah satu letak perbedaan antara orang beriman dengan orang kafir dan munafik,

Setelah kita melakukan aksi bela Islam dan bela alquran dengan aksi Damai dan Super Damai, maka kita buktikan dengan senantiasa mendirikan solat berjamaah di masjid (terutama laki2), kita buktikan bahwa kita benar2 membela alquran dengan senantiasa membacanya, memahaminya, mengamalkannya dan menghafalnya…..

Salah satu bukti kejayaan islam adalah, saat masjid2 ramai didirikan solat berjamaah (Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib dan Isya)

Mari bersama-sama kita buktikan bahwa Islam akan berjaya di Negeri Indonesia, dan di Dunia. Dengan gerakan

#5 WaSaJaDim

Ajak kakek, nenek, ayah, anak, kakak, adik, tetangga, keponakan, teman, murid, guru, dan kaum muslimin semuanya untuk sama2 melaksanakan solat 5 waktu secara berjamaah…..

Sebagai starting point, maka akan dilakukan gerakan subuh berjamaah secara serentak di seluruh Indonesia pada 1212, yg akan terus diikuti semangat solat berjamaah dimasjid setiap harinya….

#Gerakan 5 WaSaJaDiM

(5 Waktu Solat Jamaah Di Masjid)

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…