Skip to main content

Setelah Diretas Saham Sari Roti Amblas, Ritel Mulai Stop Penjualan Sari Roti

Portaldunia.com - Dalam perdagangan index bursa saham pada Selasa (13/12), PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) terjun bebas setelah sempat naik 20 poin dan terjun sebesar 25 poin. Hal ini membuat sahan ROTI menutup perdagangan dengan nilai 1.505 per unit. Sebagian orang menduga penurunan saham tersebut disebabkan oleh aksi boikot yang dilakukan sebagian masyarakat dan ritel.

Dilain sisi, serangan peretas pada situs resmi perusahaan tersebut, membuat Sari Roti masih belum menampilkan konten terkait perusahaannya.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, situs kami saat ini sedang menjalani perawatan. Terima kasih atas kesabaran Anda,” seperti tertulis pada situs sariroti.com, Selasa (13/12).

Sementara itu, ada beberapa foto yang viral terkait sari roti, seperti ritel yang membuat pengumman tidak menjual sari roti lagi hingga foto sebuah mobil pickup yang membawa sari roti yang penuh.

Foto yang viral di sosial media, sebuah mobil pick up membawa tumpukan sari roti (foto:istimewa) Meski begitu, mematahkan dominasi Sari Roti bukan hal mudah. Perusahaan yang baru berdiri pada 1995, penjualan Sari Roti pada 2012 mencapai Rp 1,19 triliun. Angka itu langsung melejit jadi Rp 2,17 triliun pada 2015. Sedangkan pada paruh pertama tahun ini, penjualan bersihnya sudah mencapai Rp 1,2 triliun, naik 15 persen ketimbang periode sama tahun sebelumnya.

Sari Roti memang telah menguasai medium penjualan. Produk mereka mudah ditemukan di mana saja, dari pedagang keliling, toko kelontong sampai minimarket. Dengan masa kedaluwarsa produk rata-rata kurang dari sepekan, distribusi merupakan kunci sukses penjualan Sari Roti.

Sebelumnya, pembahasan soal Sari Roti menjadi viral di media sosial karena kaitannya dengan aksi damai 212 pada 2 Desember 2016 lalu. Saat itu, beredar foto sejumlah pedagang Sari Roti dengan gerobak tertempel tulisan “Gratis untuk Mujahid”. Masyarakat pun sempat mengira perusahaan menjadi sponsor aksi dengan menggratiskan produknya.

Anggapan itu segera dibantah produsen Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk.

“Dengan ini kami sampaikan bahwa PT Nippon Indosari Corpindo Tbk tidak terlibat dalam semua kegiatan politik. Kemunculan informasi mengenai pembagian produk Sari Roti secara gratis oleh penjual roti keliling (hawker tricycle), merupakan kejadian yang berada di luar kebijakan dan tanpa seizin PT Nippon Indosari Corpindo Tbk,” jelas pihak Sari Roti dalam keterangan resminya.

Sumber: Kini

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…