Header Ads

Sepanjang 2016, Sebanyak 4.120 Orang Mengadu ke LBH Jakarta Lantaran Digusur Paksa

Ilustrasi

 Kepala Divisi Hukum dan Advokasi LBH Jakarta, Yunita mengungkapkan bahwa selama tahun 2016, sebanyak 4.120 orang mengadu ke LBH Jakarta lantaran digusur paksa.

"Dari semua kasus-kasus yang kami tangani mengenai tanah mayoritas penggusuran paksa, karena pada tahun ini kasus penggusuran paksa dilakukan Pemprov DKI Jakarta begitu masif," ujar Yunita di kantor LBH Jakarta Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Sabtu (17/12).

Menurut Yunita, dari 4 kota madya yang ada di Jakarta, angka pengaduan penggusuran tertinggi berada di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Disebut Sebagai Penyandang Dana Upaya Makar, Ini Respon Kubu Tommy Soeharto

Dalam paparannya juga yang diberi judul 'Mundurnya Demokrasi dan Kalahnya Negara Hukum', terlihat bahwa penggusuran yang dilakukan Pemprov DKI digunakan untuk kepentingan bisnis.

"Pola pertama pengelolaan SDA untuk kepentingan bisnis contoh kasus pertama adalah reklamasi. Reklamasi ini tidak memberikan keuntungan rakyat, bahkan kepada warga Jakarta secara luas, dan yang diuntungkan adalah bisnis," ungkap Yunita.

LBH juga menilai, pemulihan hak-hak warga yang terdampak penggusuran sangat rendah. Warga tidak diberikan akses informasi untuk mendapatkan hak-haknya setelah penggusuran.

Akan Diberhentikan Tjahjo, Begini Respon Ahok

"Mereka berinisiatif sendiri dengan ke pengadilan. Dan andaikan mereka bertemu dengan proses pengadilan atau kepolisian biasanya mandek di tengah-tengah atau keputusannya pun tidak membela ke mereka," imbuh Yunita.


Sumber: jitunews
Powered by Blogger.