Skip to main content

Senator Fahira Idris: Pengalaman Luar Biasa Sepanjang Hidup Saya saat Aksi #SuperDamai212


"Pengalaman Luar Biasa saat Aksi #SuperDamai212"

Allahu Akbar 3x

Sepanjang hidup saya, baru kali ini saya melihat lautan umat berkumpul membela agamanya..

Sepanjang hayat saya, baru kali ini saya melihat wajah-wajah teduh berkumpul membela kitab sucinya..

Sepanjang saya diberi nafas oleh Allah, baru sekarang ini saya menyaksikan kegembiran hati berpadu melantunkan asma Allah..

Perjuangan yang kita lakukan hari ini akan dicatat oleh tinta emas sejarah bangsa ini..

Lantunan doa yang kita ucapkan hari ini akan menembus batas, meruntuhkan tembok-tembok keangkuhan yang merantai negeri ini..

Disini, dari Jantung Kota Jakarta kita panjatkan doa kepada para pemimpin negeri untuk diberi kesehatan jasmani dan rohani..

Kita panjatkan doa kepada Dzat Yang Maha Kuasa agar para pemimpin bangsa ini dibukakan mata dan telinganya, dilapangkan hati, diluruskan pikirannya agar mampu mandiri, kuat, dan tidak kompromi kepada pihak-pihak yang ingin mengadudomba negeri ini. Memecah belah negeri ini. Pihak-pihak yang merusak prinsip keindonesiaan kita yang saling menghargai dan menghormati..

Kita panjakan doa kepada Dzat Yang Maha Kuasa agar Polisi, Jaksa, Hakim dibukakan mata dan telinganya, dilapangkan hati, diluruskan pikirannya agar mampu menegakkan hukum setegak-tegaknya walau besok langit akan runtuh..


Kita semua berkumpul di sini karena kita sadar bahwa kita makhluk lemah. Hanya Allah tempat satu-satunya kita memohon agar negeri ini tetap dijaga..

Dengan doa, tiada yang tidak mungkin..

Allahu Akbar 3x

Jakarta, 2 Desember 2016

Wassalam, 

Fahira Idris
Anggota DPD RI dari Provinsi DKI Jakarta
Wakil Ketua Komite III DPD RI.

Sumber | republished by PortalDunia.Com !

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…