Skip to main content

SELEMBAR KATA HATI FAHRI HAMZAH PASCA KEPUTUSAN DI PENGADILAN NEGERI JAKARTA SELATAN


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Ikhwan dan Akhwat sekalian, sahabatku dalam perjuangan

Kita telah melewati masa-masa yang penting dalam perjalanan dakwah kita. Jalan ini telah kita lalui bersama, jauh sebelum kita menemukan tubuh bernama Partai Keadilan atau Partai Keadilan Sejahtera. Partai Politik adalah bangunan ide dan gagasan dalam peta jalan dakwah yang kita sumbangsihkan untuk membangun negara dan bangsa. Namun ukhuwah kita telah jauh terjalin sebelum kita menemukan ide tentang negara. Persenyawaan kita tidak hanya diikat oleh ide tentang Parpol, Negara dan Bangsa, lebih dari itu kita telah menyatu sebagai satu keluarga. Kita telah membangun jama’ah ini dari lingkup terkecil membentuk keluarga, membentuk masyarakat dan kini menyumbangkan pikiran terbaik untuk membangun bangsa dan negara. Pahit dan getir jalan dakwah sudah pernah kita hadapi bersama, masa-masa sulit dan ujian yang jauh lebih berat telah pernah menguji kita, dan kita sudah pernah lulus dari berbagai ujian itu. Kebersamaan adalah kunci yang membuat kita kuat.

Saudaraku,
Hari ini Pengadilan telah memenangkan tuntutan Saya untuk tetap menjadi bagian dari Antum semua, sebagai jama’ah, sebagai kader dan sebagai saudara dan keluarga Antum. Pengadilan telah menyatakan bahwa keputusan yang diambil oleh Badan Penegak Disiplin Organisasi (BPDO), yang diteruskan oleh Majelis Tahkim dan DPP yang menyatakan bahwa saya telah melanggar disiplin organisasi yang berujung pada pemecatan; sebagai sebuah perbuatan melawan hukum dalam sistem hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pengadilan telah memerintahkan agar harkat, martabat, dan kedudukan saya sebagai Anggota Partai, Anggota DPR RI dan Pimpinan DPR RI direhabilitasi. Pengadilan juga telah menyatakan bahwa keputusan yang diambil dalam proses persidangan saya di BPDO, Majelis Tahkim dan SK DPP dinyatakan batal demi hukum.

Saudaraku,
Persentuhan kita dengan Parpol dan Negara adalah pendewasaan tentang bagaimana kita meyakini jalan dakwah dengan masuk ke dalam sistem negara. Partai Politik adalah pilar demokrasi yang bertugas untuk melakukan seleksi masuknya ummat ke dalam negara melalui jalan demokrasi. Maka tidak ada pilihan bagi partai politik selain mengedepankan demokrasi dan hukum sebagai pijakan dasar dalam bekerja, dan hukum tertinggi dalam negara adalah Konstitusi di mana setiap entitasnya wajib tunduk dan patuh kepada peraturan perundangan yang berlaku. Untuk itu, ada pemisahan yang mendasar dalam kultur kita berjama’ah dengan kultur kita bernegara. Di detik kita meyakini Politik dan Negara sebagai ladang amal terbesar kita dalam jalan dakwah dengan mendirikan Partai Politik, maka tidak ada cara lain selain meletakkan Hukum Negara sebagai dasar membangun relasi, baik dalam internal Parpol kita maupun dalam hubungan kita dengan kehidupan sosial politik.

Saudaraku,
Proses peradilan yang saya tempuh bukanlah dalam rangka menunjukkan siapa salah dan siapa benar. Namun inilah cara negara menyelesaikan masalah. Untuk itu saya menyampaikan terimakasih kepada seluruh Ikhwan dan Akhwat Kader Partai Keadilan Sejahtera dari Sabang sampai Marauke, yang meskipun mendapatkan tekanan yang kuat untuk tidak berkomunikasi dengan Saya selama proses peradilan berlangsung, namun Antum semua telah menunjukkan bahwa ukhuwah yang telah terjalin antara kita sebagai saudara, sebagai sesama manusia, dan sebagai warga negara tetap dijunjung tinggi. Di berbagai daerah yang saya kunjungi, antum tetap menerima dan menyambut Saya seperti layaknya antum menyambut Saya sebagai keluarga. Saya sangat memahami perasaan antum tentang bagaimana mimpi besar kita terhadap jama’ah ini. Sudah terlalu banyak energi yang terkuras selama proses pencarian keadilan ini. Jama’ah pun merasakan bagaimana situasi ini telah membuat berbagai pencapaian besar Partai kita telah sedikit tersendat. Kita berjibaku terlalu lama dalam masalah yang sesungguhnya mengkerdilkan kita semua. Bahkan dalam masa proses peradilan, di mana Pengadilan telah memutuskan Provisi yang memerintahkan agar posisi Saya sebagai Kader Partai, Anggota DPR RI dan Pimpinan DPR RI tidak boleh diganggu gugat. Namun Saya masih mendapat serangan dimana pimpinan DPR RI masih terus mendapatkan surat, baik dari DPP ataupun Fraksi yang meminta agar posisi Saya segera dicopot. Tindakan tidak mengindahkan perintah pengadilan bukanlah pelajaran yang baik bagi kita sebagai Parpol yang merupakan pilar utama Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Saudaraku,
PKS ini adalah miniatur negara kita. Jika kita ingin negara ini menjadi negara modern, maka kita harus memodernisasi partai kita. Jika kita ingin demokrasi di Indonesia, maka PKS harus demokratis. PKS harus ditradisikan untuk menjadi partai terbuka yang segala tindakannya dapat dipertanggungjawabkan di depan publik. Saya tidak melawan pimpinan. Tapi saya menuntut penggunaan kewenangan yang adil dan beradab bagi kemanusiaan. Sebagaimana tujuan negara dan agama.

Saudaraku,
Saya mencintai Ustadz Salim Al-Jufri. Saya mencintai Ustadz Hidayat Nurwahid. Saya mencintai semua anggota Majelis Tahkim. Juga Presiden Partai dan Anggota BPDO serta Majelis Qodho. Sejak awal, tidak se-inci pun dalam hati saya meletakkan para pimpinan dan guru kita sebagai lawan. Apalagi musuh. Saya memandang secara dewasa sebab kadang Allah memberi kita sesuatu yang kita tidak suka tapi itu baik buat kita. Maka, sebagai manusia biasa, sekali lagi saya mohon dibukakan pintu maaf atas hingar-bingar dan seluruh berita yang berkembang.

Tentu semua juga ada baiknya, karena membuat kita semakin dilihat cara untuk keluar dari persoalan. Saya teringat, ceramah Ustadz Anis Matta ketika menjelang Pemilu 2008 lalu kita ditimpa musibah, beliau sampaikan metode keluar dari krisis, kata beliau; "jangan berhenti pada masalah sebab publik ingin melihat cara kita keluar dari masalah sehingga publik percaya bahwa kita sanggup melepaskan Indonesia dari masalah".

Taujih ini membekas sekali dan saya ingin mengucapkan terimakasih kepada beliau karena tetap mau menjadi sahabat saya dalam masalah ini. Terima kasih yang sama juga saya sampaikan kepada banyak masyayikh dan anggota senior, termasuk anggota usrah saya yang tidak ada niat sedikitpun untuk meninggalkan saya. Nilai ukhuwah yang indah yang membuat saya tidak mungkin pergi meninggalkan dakwah ini hingga akhir waktu. Semoga Allah terus memperkuat kesadaran dalam hati kita semua dalam menghadapi cobaan yang pasti semakin berat untuk sebuah kenaikan kelas di mata Allah SWT.
Ikhwah Fillah,

Saya akan segera bersurat secara resmi kepada seluruh anggota Majlis Syuro PKS, agar para pimpinan memperoleh langsung putusan pengadilan yang mengikat kita semua ini. Semoga Majlis Syuro dapat menggunakan moment ini untuk dapat mengevaluasi kepengurusan yang ada. Semoga dengan keluarnya putusan pengadilan ini, kita dapat segera berbenah dan fokus pada kerja-kerja membesarkan kembali Partai kita. Kepada siapapun yang terlibat dalam proses sengketa ini, dari lubuk hati terdalam saya sampaikan bahwa Ana Uhibbukum Fillah, saya mencintai Antum semua karena Allah.

Jakarta, 14 Desember 2016
Ahukum Fillah,
Fahri Hamzah
(Tercatat sebagai Anggota Ahli PKS)

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…