Skip to main content

SEGERA CHECK UP ! JIKA TIDUR MALAM ANDA BERKERINGAT

Waspadalah Jika Sering Berkeringat di Malam Hari

(MUSLIM MEDIA™)-Keringat yang mengalir ketika kita tidur malam hari perlu diwaspadai bila bukan disebabkan karena suhu udara dalam kamar yang panas.

Keringat yang mengalir deras ketika kita tidur malam hari perlu diwaspadai bila bukan disebabkan karena suhu udara dalam kamar yang panas. Ada beberapa gangguan penyakit yang ternyata menyebabkan kita berkeringat di malam hari.

Keringat di malam hari biasanya dipicu oleh kondisi yang bisa diobati, misalnya infeksi, gangguan henti napas saat tidur (sleep apnea), asam refluks, dan hipoglikemi (gula darah terlalu rendah).

Meski begitu, ada juga kondisi serius yang memicu pengeluaran keringat berlebih di malam hari. Tuberkulosisi, beberapa jenis kanker, atau HIV/AIDS, merupakan kondisi yang perlu diwaspadai.

Pada wanita yang sudah memasuki usia menopause, keringat di malam hari yang disertai rasa panas (hot flashes) merupakan hal yang biasa. Ini terjadi akibat penurunan kadar hormon estrogen sehingga keringat jadi berlebih.

Penyebab lainnya adalah efek samping obat-obatan. Bila Anda mengonsumsi obat antidepresan, terapi hormon, kecanduan alkohol, dan obat terlarang, juga menyebabkan keringat di malam hari.

Berkeringat di malam hari pada umumnya tidak menjadi masalah, kecuali jika terjadi berulang kali dan mengganggu tidur. Waspadai juga bila keringat di malam hari disertai dengan gejala lainnya, misalnya berat badan turun tanpa sebab yang jelas atau demam tinggi.

Pada orang yang memiliki kanker limfoma, berkeringat saat tidur juga menunjukkan sel kankernya bertambah buruk. Sementara itu, sering berkeringat di malam hari juga bisa menjadi indikator HIV berkembang menjadi AIDS.
(Lusia Kus Anna/Kompas.com)

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…