ilustrasi

Seorang pemuda Made Rian Wibawa (21) asal Banjar Taman, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Jembrana Bali, bikin geger warga pagi hari tadi. Dia ditemukan tewas tergantung di batang pohon cokelat tidak dari rumahnya.

Korban yang dikenal kesehariannya jarang bicara ini diduga mengakhiri hidupnya lantaran sakit hati dibentak oleh ayahnya. Dia ditegur karena cuci tangan tidak bersih usai makan.

Keterangan di kepolisian menyebutkan korban gantung diri di sebuah pohon cokelat dengan ketinggian 270 cm yang berlokasi sekitar 200 meter dari rumah korban.

Tetangga korban yang kebetulan sedang mencari umbi-umbian untuk campuran pakan babi, terkejut mendapati korban sudah terbujur kaku dengan lidah menjulur.

Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yusak A Sooai membenarkan kejadian tersebut. Secara pasti pihaknya belum bisa menyebutkan motif korban nekat mengakhiri hidupnya.

"Informasi awal, sebelumnya setelah makan malam korban dibentak ayahnya karena habis makan cuci tangan tidak bersih dan

sudah pegang HP. Dengan nada mengusir, korban langsung keluar malam itu," terang Yusak.

Kakek korban sempat mengetahui korban pulang dan masuk kamar pada tengah malam. Pagi hari tanpa diingat waktunya dia mendengar suara korban membuka pintu keluar rumah.

"Korban murni bunuh diri. Dugaan saat pagi hari korban melakukan aksi nekatnya itu. Tidak ada tanda kekerasan dalam tubuh korban," pungkasnya.

Sumber: merdeka
Share To:

Portal Dunia

Post A Comment: