Skip to main content

SEDEP !!! SOTO KHAS TEGAL KYEH...

Yang pernah ke tegal pasti pernah merasakan sotonya...lezat kan?? Yuk kita cba untuk buat sendiri.....

1,6 lt air
4 siung bawang putih
1 siung bawang merah
3 butir kemiri
1 sdt merica
1 ruas jahe
1 ruas kunyit
2 ruas lengkuas
5 lembar daun salam
3 btg sereh
5 lembar daun jeruk
2 bks tauco asin
1 bks tauco biasa
Pelengkap
Bawang goreng
iris Daun bawang
iris Daun seledri
Toge rebus layu
2 potong dada ayam suwir
secukupnya Kecap
nasi putih
Garam, gula, penyedap rasa
9 bh cabe rawit merah
Langkah

1 Bahan kuah: haluskan 3 bawang putih (sisakan 1 utk tauco), bawang merah, merica, kemiri, jahe, kunyit. Kemudian tumis sampai harum. Masukkan potongan ayam, tambahkan air sampai ayam sedikit terendam. Bolak balik ayam sampai matang dan bumbu meresap (sekalian diungkep, hehe)

2 Masukkan bumbu tumis dan potongan ayam tersebut ke dalam panci yg berisi air. Masukkan daun salam, lengkuas geprek, daun jeruk buang tulang daunnya, dan sereh geprek. Masak sampai mendidih dan matang. Tambahkan garam, gula, dan penyedap rasa. Test rasa. Angkat. Sisihkan. Ayam diangkat. Tunggu dingin, kemudian suwir-suwir.

3 Membuat tauco: blender tauco dan 1 siung bawang putih ukuran sedang sampai halus. Kemudian goreng dgn minyak sampai matang. Tambahkan air, masak sampai matang dan tdk terlalu kental. Angkat. Sisihkan. Saun tauco ini tidak perlu ditambahkan garam lagi, karena sy pakai 2 bungkus tauco yg sudah asin. Kalau pakai tauco yg tdk asin, bisa ditambahkan garam sesuai selera.

4 Membuat sambal: rebus cabai rawit merah. Haluskan. Goreng dgn sedikit minyak. Tambahkan air dan garam. Masak sampai matang. Angkat. Bisa sekalian rebus toge dan cabai bersamaan supaya menyingkat waktu hehe..

5 Hidangkan dalam mangkok. Isi dgn nasi, toge, irisan daun bawang seledri, bawang goreng, saos tauco, sambal, dan kecap manis. Tuang kuah soto. Sajikan.

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…