Satu dari Bentuk Provokasi Media Sekuler Soal Insiden KKR di Bandung, Umat Islam Harus Tau


Bandung ~ Acara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang digelar di Gedung Sabuga, Jl. Tamansari Kota Bandung berakhir dini, Selasa (6/12) malam waktu setempat karena diinterupsi oleh massa.

Usai kejadian ini, Sontak media media sekuler memperbesar persoalan ini. Ambil komentar tokoh tokoh liberal yang jauh dari nilai Islam. Tentu saja hal ini akan menyudutkan umat Islam secara keseluruhan – padahal fakta bahwa pembubaran yang dilakukan itu terkait soal izin, artinya ini adalah semata mata soal adminitrasi.

Namun 1001 cara akan dilakukan media sekuler akan memaksa Umat Islam kian Tersudut.  Mereka akan kembangkan Diksi bahwa “umat Islam Intoleransi’. Misalnya yang diberitakan Tribun hari ini Rabu 7/12.

Diberitkan Bahwa Diah Pitaloka Anggota DPR RI dari PDI P menilai pembubaran acara Natal di Bandung pada adalah wujud intoleransi.

“Saya hanya ingin mengingatkan pesan pendiri bangsa ini, bahwa Indonesia didirikan bukan untuk satu golongan atau satu agama. Tapi untuk semua warna negara,” ujarnya.

“Kesadaran akan adanya kebhinekaan adalah penting mengingat hanya dengan menyadari bahwa di atas kebhinekaan inilah Indonesia berdiri. Hanya dengan bersatu Indonesia bisa bergerak maju,” kata Diah Pitaloka Rabu (8/12/2016)

Tentu saja ini adalah bentuk dari provokasi yang dibuat oleh tribun dengan mengutip pendapat Diah. Dalam berita itu ingin dikesankan bahwa insiden itu bentuk dari jauhnya umat islam untuk mempertahankan kebhinekaan. Dengan mengatakan bahwa Indonesia didirikan bukan untuk satu Agama seakan dia ingin pastikan bahwa Islam sebagai agama mayoritas dan ‘pelaku’ pembubaran gereja memaksakan diri untuk hanya ada di indonesia.

Padahal jika mau objektif harusnya Diah fokus pada apakah dan siapa yang melanggar hukum bukan menggiring domain provokasi pada bahwa umat Islam intoleransi. Atau dari aspek pemberitaan media – juga melakukan klarifikasi kepada pihak lain menilai kejadian ini.

Tidak hanya tribun, media media sekuler lain juga tidak jauh beda.

Sebagai informasi, Jika mau berkaca pada aksi 411 dan 212 – kurang toleransi apalagi umat Islam? satu orang Ahok yang beda agama dengan Islam – melecehkan Islam kemudian umat Islam tidak sedikitpun melakukan kekerasan pada nya. Atau dengan kejadian Tolikara – Bukan hanya di bubarkan Rumah Ibadah juga di bakar. Karena itu – sebaiknya kita waspada pada Media Sekuler dan Orang orang liberal yang merusak keberagaman di Indonesia (UI)