Skip to main content

Sampai Hari Ke Empat Begini Kondisi Gempa Aceh...


Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengupdate jumlah korban meninggal akibat gempa yang terjadi di Aceh.

Disebutkan, hingga hari keempat pascagempa yang terjadi pihaknya mencatat ada 93 orang korban meningga yang teridentifikasi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menuturkan, jumlah korban tersebut tersebar di tiga kecamatan.

“Terbanyak di Kabupaten Pidie Jaya yakni 88 orang, Kabupaten Bireuen 2 orang dan Kabupaten Pidie 3 orang. Semua sudah teridentifikasi berdasarkan laporan,” paparnya.

Tidak hanya itu, BNPB juga merilis sejumlah bangunan dan juga sarana prasana yang melangami kerusakan di tiga wilayah tersebut.

Berikut ini rinciannya :

1. Kabupaten Pidie Jaya
– 108 unit ruko roboh
– Beberapa tiang lisrik roboh
– Beberapa ruas jalan rusak (retak)
– 11.267 rumah rusak (2.874 rusak berat dan 8.393 rusak ringan).
– 57 masjid rusak (29 rusak berat dan 28 rusak ringan).
– Satu unit bangunan Indomart roboh
– Satu unit bangunan RSUD Pidie Jaya rusak berat
– Lima unit kantor desa rusak berat
– 87 mushola (28 rusak berat, 59 rusak ringan).
– 50 unit jembatan desa rusak
– Empat unit pusat pemerintahan rusak
– 14.800 meter jalan lingkungan rusak

2. Kabupaten Bireuen
– Enam masjid rusak (dua rusak berat dan dua rusak ringan)
– Satu unit bangunan Kampus STAI Al-Azziziyah Mudi Mersra roboh
– 320 rumah rusak (55 rusak berat, 94 rusak sedang, dan 171 rusak ringan)
– 45 ruko rusak (29 rusak berat, tiga rusak sedang, da 13 rusak ringan).
– Dua unit kilang padi rusak berat
– Satu unit kilang padi rusak ringan
– Dua unit bangunan pesantren rusak berat
– Tiga unit bangunan pesantren rusak sedang
– Satu unit bangunan pasar unggas rusak berat
– Satu unit bangunan pasar ikan rusak sedang
– Enam meunasah rusak (dua rusak berat, satu rusak sedang dan tiga rusak ringan)
– Dua pagar pesantren rusak ringan
– Tujuh pagar rumah warga rusak berat.

3. Kabupaten Pidie
– 81 rumah rusak (63 rusak berat dan sebelas rusak ringan)
– Empat ruko rusak (dua rusak berat dan dua rusak ringan)
– Satu unit mushola rusak ringan
– Satu unit bangunan SD rusak ringan
– Satu unit jembatan rangka baja roboh.

Sumber: pojoksatu

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…