Skip to main content

Saat Balita Susah Makan, Apa yang Harus Orang Tua Lakukan?

ilustrasi

Tanya:

Selamat siang Dokter,
Bayi saya sudah 8 bulan, tapi masih tidak suka makan. Cuma mau makan puree kentang wortel. Tiap diganti menu, muntah. Bahkan tidak doyan buah yang manis seperti pisang dan apel. Jadi, setiap hari makan puree kentang wortel, suka saya tambahkan daging ayam atau sapi. Itupun dia jadi tidak doyan jika ditambah daging, tapi tetap makan sedikit.Bagaimana ya dok? Mohon sarannya.Terima kasih.

CR


Jawab:

Selamat siang Saudari CR,
Idealnya memang pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) diberikan secara bervariasi tujuannya agar bayi tetap memperoleh kandungan nutrisi yang beragam dari variasi MPASI tersebut.Pertama-tama memang diperkenalkan dengan bubur saring, lalu sari atau jus buah, kemudian yang lebih padat seperti sayur, buah yang dihaluskan, bila anak sudah terbiasa maka Anda dapat menambahkan daging misal hati, atau daging yang dihaluskan.

Apabila anak Anda agak susah makan makanan yang bervariasi maka Anda harus bersabar dan tetap mencoba. Bila anak tidak suka makan daging sapi atau ayam, Anda bisa mencoba hati, telur atau ikan yang dihaluskan untuk memenuhi kebutuhan protein hewaninya, apabila anak tidak mau juga, Anda bisa memperkenalkan dalam jumlah yang sedikit saja dulu, bertahap ditingkatkan jumlahnya.

Semasih anak mau makan, meskipun cuma puree kentang wortel maka Anda tidak perlu khawatir, karena anak masih dalam tahap adaptasi untuk kemampuan makannya dan pengenalan rasa, asalkan Anda bersabar untuk tetap memperkenalkan berbagai jenis variasi makanan sesuai usianya.

Demikian penjelasan yang dapat disampaikan, semoga membantu. Terima kasih.

Dijawab oleh: dr. Ni Putu Tesi Maratni

Sumber: suara

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…