Skip to main content

Roti 'El n Bread' Sumbang Ribuan Roti Halal Gratis untuk Gerakan Subuh Berjamaah "1212"


Elcorps, grup perusahaan food beverage asal Bandung berpartisipasi mendukung gerakan subuh berjamaah pada 12 Desember mendatang. Aksi Subuh Berjamaah "1212" ini salah satu bentuk kelanjutan Aksi 212 Jumat Akbar di Monas kemarin.

Elcorps, melalui anak usahanya Elfood akan menyediakan minimal 1.000 roti di beberapa masjid yang digunakan untuk shalat berjamaah.

Masjid yang akan mendapatkan suplay logistik roti 'El n Bread' ini diantaranya Masjid Pusdai Bandung, Lapangan Gasibu Bandung, Masjid Al-Azhar Jaka Permai Bekasi, Masjid Balaikota Depok dan Masjid Agung Purwakarta. Nantinya, di masjid-masjid, Elcorps akan menyediakan posko sehingga jamaah bisa mengambil roti dengan mudah.

Direktur Operasional Elcorps Andrei Aksana mengatakan keterlibatan Elcorps dalam jamaah Subuh ini salah satunya untuk membangkitkan kesadaran shalat subuh berjamaah di masjid.

"Allah menjanjikan kemakmuran suatu negeri ketika masjid dipenuhi jamaah yang shalat subuh," ujar Andrei kepada Republika.co.id, Sabtu (10/12).

Andrei mengatakan Elfood sebetulnya sudah merencanakan untuk membagikan roti pada shalat jumat 2 Desember lalu. Namun, baru bisa direalisasikan pada 12 Desember esok lantaran skala produksi.

Menurut dia, memproduksi ribuan roti membutuhkan tenaga yang banyak. Relawan juga dilibatkan dalam memproduksi roti ini. Relawan ikut memasukkan kemasan roti. Namun roti tetap dibuat oleh beker untuk menjaga kualitas.

Selain membagian logistik, Elcorps juga menginstruksikan kepada karyawan dan keluarga untuk bisa mengikuti shalat berjamaah di masjid. "Semoga ikhtiar kita semakin mempersatukan umat Islam," kata Andrei.

Secara Nasional, GNPF MUI menggelar Aksi Subuh Berjamaah 1212 di berbagai kota sebagai salah satu bentuk melestarikan Spirit 212.

Sumber : republika

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…