Skip to main content

Rencanakan Rekontruksi, China Tawarkan Bantuan USD 1 Juta Pasca Gempa Aceh

Portaldunia.com, Jakarta - Duta Besar China, Xie Feng, mewakili Palang Merah China menyerahkan bantuan dana ke Palang Merah Indonesia. Selain itu, pemerintah China juga telah menyiapkan dana bantuan sebesar USD 1 juta untuk Indonesia.

"Pada acara hari ini, mewakili Palang Merah China menyerahkan bantuan sejumlah USD 100 ribu, Dubes Xie Feng juga mengumumkan pemerintah China telah memutuskan memberikan dana bantuan humanisme darurat sejumlah USD 1 juta kepada pihak Indonesia, guna membantu rakyat di wilayah terguncang gempa menanggulangi bencana dan melakukan rekonstruksi pasca bencana," kata Wakil Ketua Umum PMI Ginanjar Kartasasmita di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (13/12/2016).

"Jadi totalnya USD 1 juta seratus ribu," imbuh dia.

Rinciannya, kata Ginanjar, dana sebesar USD 100 ribu memang diperuntukkan bagi PMI. Selebihnya sebesar USD 1 juta, adalah bantuan antara pemerintah China ke pemerintah Indonesia.

"Yang USD 1 juta dikasih kapanpun pemerintah Indonesia minta. Bantuan yang diberikan oleh luar negeri ke Indonesia seperti Australia, Malaysia dan beberapa negara lainnya, semua melalui federasi Palang Merah Internasional. Hanya yang dari China yang langsung diberikan kepada Indonesia," jelas purnawirawan TNI ini.

Alasan pemerintah China memberikan bantuan berbentuk uang, kata Xie Feng adalah penyaluran yang bisa cepat dilakukan. Selain itu, bantuan berbentuk uang bisa dipergunakan untuk apa saja.

"Alasan diberikan cash karena cepat dan bisa dipakai untuk kegunaan apa saja," ungkap Xie Feng.

"Alasan selanjutnya, karena China dan Indonesia adalah dua negara bersahabat yang sudah melalui banyak sekali kesulitan dan kesenangan bersama-sama. Saat China mengalami bencana alam, Indonesia juga selalu menjadi salah satu negara yang siap siaga memberikan bantuan kepada China. China sangat prihatin dengan keadaan Indonesia dan berharap bahwa dengan bantuan yang telah diberikan melalu PMI dapat sampai ke tangan yang membutuhkan dengan cepat," urai Xie. (detik)

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…