Skip to main content

Qatar membatalkan perayaan Hari Nasional sebagai bentuk solidaritas untuk Aleppo

Doha – Qatar telah memutuskan untuk membatalkan perayaan Hari Nasional Qatar dalam solidaritas untuk rakyat Aleppo.

Emir H H Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani mengumumkan keputusan untuk membatalkan perayaan Hari Nasional Qatar (qnd), Qatar News Agency melaporkan.

HH Emir Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani menyampaikan arahan bahwa perayaan Hari Nasional, yang jatuh pada tanggal 18 Desember 2016, dibatalkan dalam solidaritas dengan rakyat Aleppo yang sedang mengalami jenis terburuk dari penindasan, penyiksaan, pengusiran dan genosida.
Tidak akan ada perayaan termasuk pertunjukan tari Ardha atau musik, kembang api atau parade Hari Nasional pada tanggal 18 Desember, kata Dewan Sentral Kota (CMC) Hamad Lahdan Al Mohannadi. Tetapi pada tanggal tersebut masih berlaku cuti bersama untuk kantor pemerintah dan swasta.

Pembatalan ini dilakukan setelah pasukan rezim Assad melakukan serangan baru pada kantong terakhir perlawanan yang dikuasai oposisi di Aleppo timur, menimbulkan kekhawatiran gagalnya kesepakatan untuk mengevakuasi warga sipil dan pasukan oposisi.

Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera, menyatakan rezim Assad melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan, menambahkan bahwa bahkan jika Aleppo diambil alih oleh rezim, pejuang oposisi akan terus melanjutkan perlawanan.

“Situasi kemanusiaan disana adalah bencana, tidak ada rumah sakit yang beroperasi sekarang, orang yang terluka dan mayat tidak bisa dievakuasi karena dikepung,” kata menteri luar negeri Qatar.

Kemarin Qatar telah menyerukan pertemuan darurat Dewan Liga Arab pada tingkat delegasi tetap untuk membahas situasi tragis di kota Aleppo, Suriah.
HE Saif Bin Muqadam Albuainain, Duta Besar Qatar untuk Mesir dan perwakilan tetap untuk Liga Arab, mengatakan kepada Qatar News Agency (QNA) bahwa wakil tetap Negara Qatar mengajukan sebuah memo mendesak untuk Sekretariat Jenderal Liga Arab di mana Qatar membuat permintaan untuk mengadakan pertemuan ini.

Pada tahun 2014, perayaan Idul Fitri di Qatar dibatalkan sebagai bentuk solidaritas dengan rakyat Gaza.

The PeninsulaQatar & Al Jazeera

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…