Skip to main content

Psikolog: Anak Usia Kurang dari 3 Tahun, Sebaiknya Tak Diberikan Gadget sebagai Permainannya

ilustrasi

Bandar Lampung – Mungkin ini menjadi perhatian orang tua, anak usia kurang dari tiga tahun agar tidak diberikan gadget sebagai permainannya.

Psikolog Anak, Anastasia Satriyo M.Psi., mengatakan kemampuan untuk bersosialisasi memang sangat penting dalam masa perkembangan anak, agar mereka dapat mengenali emosi, mengolah emosi, mampu bergaul dan bisa berempati dengan teman-teman di lingkungannya. Selain itu hal ini untuk bersosialisasi dengan teman sebaya akan memberikan banyak manfaat bagi si kecil, seperti perkembangan berpikir, perkembangan fisik dan perkembangan sosial-emosional.

“Orangtua harus tahu bahwa anak kecil usia 1 sampai 3 tahun jangan diberikan mainan gadget, setelah 3 tahun itu maksimal 1 jam main gadget dan nonton tv dalam sehari,” ujar Anastasia Satriyo pada event Mobi Dunia Sahabat SGM Eksplor yang diselenggarakan di salah satu minimarket yang ada di Kemiling dalam rilis yang diterima Saibumi.com, Selasa, 13 Desember 2016.

Menurutnya, masa tumbuh kembang anak, terdapat lima hal yang penting dan harus selaras untuk selalu diperhatikan para orang tua, yakni aspek fisik, kemampuan kognitif, kemampuan bahasa, emosi dan keterampilan sosial.

“Keterampilan sosial menjadi sangat penting bagi anak-anak Indonesia karena dengan memiliki keterampilan sosial, anak mampu bekerjasama dengan orang lain di masa tumbuh kembangnya dan memiliki rasa percaya diri sehingga mampu menempatkan dirinya pada lingkungan yang tepat,” paparnya.

Anastasia Satriyo M.Psi., menambahkan orangtua perlu menstimulasi si kecil agar bisa lebih pandai bergaul caranya dengan mendorong si kecil bermain bersama teman-temannya, serta mengajarkan jenis-jenis emosi melalui permainan karakter. Dengan kegiatan tersebut bunda sedang menjelaskan arti teman dan bagaimana membangun relasi serta sosialisasi dengan cara yang menyenangkan bagi si kecil.

Kampanye SGM Eksplor "Lengkapi Nutrisinya, Jadikan Dunia Sahabatnya" berlangsung dari September 2016 hingga awal tahun 2017 melalui rangkaian aktivitas menarik untuk Bunda dan si Kecil, di antaranya aktivasi di pusat perbelanjaan di lima kota yaitu Surabaya, Yogyakarta, Medan, Jakarta dan Makassar.

Sumber: saibumi

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…