Skip to main content

Polisi Kembali Berhasil Ungkap Modus Baru Pembobolan ATM

ilustrasi

JAKARTA – Terungkap modus baru pembobolan uang milik bank. Pelaku cukup memasukkan kelima jarinya ke dalam lubang keluarnya uang pada mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) persis ketika uang sedang keluar. Namun kerugian bank akibat ulah pelaku mencapai Rp 1,9 miliar.

Hal tersebut dilakukan NMK alias ALF, 43, yang mengaku sudah ratusan kali beraksi menggunakan modus yang sama hingga akhirnya dirinya tertangkap.

Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya AKBP Budi Hermanto menjelaskan, NMK yang warga Kampung Bumi Aji Lampung kecamatan Lampung Tengah ditangkap beberapa hari lalu.

Menurut Budi, NMK adalah mantan sales nasabah bank swasta nasional, yang juga memiliki tabungan BCA dan kartu ATM BCA.

”Nah, jadi dia (tersangka) berulangkali melakukan transaksi tarik tunai di mesin ATM BCA. Namun ketika uang dari mesin ATM hendak keluar, dia memasukkan tangannya ke dalam lubang tempat keluarnya uang pada mesin ATM itu sehingga uang yang akan keluar tertahan. Tujuannya agar rekening atau saldo pelaku tetap utuh tidak terdebet. Tapi di saat kartu ATM-nya keluar barulah dia mengambil uang yang sudah (telanjur) keluar di lubangnya,” terang Budi di Mapolda Metro Jaya, Rabu (14/12).

Ia menambahkan, dalam pemeriksaan penyidik diketahui kalau pelaku jjuga menggunakan kartu ATM-nya di berbagai mesin ATM yang masuk ke dalam jaringan ATM Bersama. Di antaranya ATM Bank BNI, ATM BRI, serta ATM Bank Mandiri.

Kepada penyidik NMK mengaku sudah beraksi dalam setahun terakhir dan lebih dari 100 kali beraksi di berbagai bank yang ada di Jakarta, dengan keuntungan haramnya yang mencapai Rp 1,9 miliar.

Kepada penyidik pula NMK mengaku mempelajari pembobolan ATM itu dari Google Hacker ATM.

”Modus operandi yang digunakan NMK  ini dikenal dengan sebutan Exit Shutter Fraud. Dan dari pemeriksaan diketahui kalau dia merupakan salah satu otak dari kelompok Exit Shutter Fraud dari Lampung. Pelaku yang mengoordinasikan beberapa anak buahnya menjalankan aksi yang sama di berbagai mesin ATM bank-bank yang ada tersebar dimana-mana,” ungkap Kanit IV Subdit Resmob Polda Metro Jaya Kompol Teuku Arsya Khadafi masih di Mapolda Metro Jaya.

Menurut Arsya, perbuatan NMK ini terendus dari rekaman kamera CCTV yang ada di Alfamart Cengkareng Jakarta Barat sebulan lalu.

Begitu menerima laporan dari pihak bank yang merasa dirugikan, polisi langsung bergerak menyelidiki termasuk meneliti rekaman CCTV yang menampilkan wajah pelaku saat beraksi.

”Pelaku akhirnya berhasil kami tangkap di sebuah restoran di kota Bandar lampung pada Sabtu (10/12) lalu,” tukas Arsya.

Selain menangkap NMK, polisi juga menyita 1 unit mobil Mitsubishi Pajero yang dibelinya dari hasil membobol ratusan mesin ATM di Jakarta, turut disita pula 1 unit ponsel Samsung S7, uang tunai Rp 15,7 juta, dan 5 kartu ATM yang terdiri dari kartu ATM BCA, Mandiri, BRI, Bank BNI.

Pelaku berikut barang bukti diamankan ke Mapolda Metro Jaya, sedangkan pelaku langsung menjalani pemeriksaan untuk pengembangan penyidikan termasuk mengungkap seluruh anggota jaringan pembobolan mesin ATM yang dipimpinnya.

”NMK sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan, dia kami kenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancamana hukuman 7 tahun penjara,” tandas Arsya.

Sumber: jpnn

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…