Gerakan masyarakat untuk Boikot MetroTV yang dinilai beritanya sering merugikan Umat Islam kian kencang.

Dukungan pada Gerakan Boikot Metro TV ini terus membesar dan mengalir. Selain di sosial media dengan hestek #BoikotMetroTV juga dengan Petisi Boikot Metro TV yang beralamat di https://www.change.org/p/kpi-aksi-nyata-boikot-metrotv.

Belum satu pekan PETISI BOIKOT METRO TV sudah tembus 100.000 lebih orang yang telah menandatangani petisi tersebut di change.org.

"Diawal kehadiran MetroTV sangat membanggakan, karna yg ditayangkannya berita terupdate, tapi setelah MetroTV sering memihak, sering menyudutkan dan sering memutar balikan fakta terhadap beritanya, masyarakat semakin geram dengan ulah TV yang satu ini, pasalnya yg disampaikan tidak berimbang, selama bertahun-tahun menggiring opini seolah-olah menyudutkan agama islam dan umat Islam sbg teroris dan mereka sekarang malah yg merasa di dzalimi, merasa yang terintimidasi."

"MetroTV sudah tidak layak menyandang predikat TV berita. Dan tidak seharusnya sarana publik digunakan untuk membodohi publik, cepat atau lambat apa yg kalian beritakan akan menjadi boomerang bagi kalian, kami sbg rakyat Indonesia terutama kaum Muslim, kita tidak akan membiarkan ada media pembodohan, penyebar fitnah di Indonesia."

"Oleh karna itu inilah kado untuk MetroTV yg berulang tahun ke 16 tahun dari kita rakyat indonesia. Demi kebaikan Muslim, tinggalkan Metro TV. Jangan tonton acaranya, agar ratingnya rendah. terlalu keji Ia memusuhi Islam & Muslimin sejak beberapa tahun yang lalu."

Demikian ISI petisi "Aksi Nyata Boikot MetroTV" yang hingga berita ini diposting, Jumat (9/12/2016) sudah mendapat dukungan 104.472 tanda tangan.

PETISI yang ditujukan kepada KPI ini jadi sinyal kuat agar Komisi Penyiaran Indonesia ini bergerak nyata atas aduan masyarakat ini.

KPI sendiri menyatakan adanya gerakan pemboikotan Metro TV telah menjadi perhatian Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Ketua KPI Pusat, Yuliandrie Darwis mengatakan, perhatian KPI terutama pada objektivitas pemberitaan Metro TV.

"Iya ini harus dievaluasi di internal Metro TV. Objektivitas adalah hal yang sangat penting," kata dia kepada Republika.co.id, Selasa (6/12) lalu.

Saatnya KPI bertindak tegas sesuai aspirasi masyarakat!

Share To:

Portal Dunia

Post A Comment: