Skip to main content

PERNYATAAN SIKAP PONDOK PESANTREN SUMATERA BARAT – Menolak Bergabung Dalam YPP Pimpinan Hary Tanoe





Forum Pondok Pesantren Sumatera Barat, dengan mengharapkan petunjuk dan ridha Allah Swt, kami para ulama dan pimpinan pondok pesantren Sumatera Barat telah mencermati perkembangan yang terjadi dl Indonesia baru-baru ini. Yaitu: diresmikannya Yayasan Peduli Pesantren (YPP) oleh Bapak Hary Tanoe di MNC Financial center yang bertujuan memberikan bantuan kepada pesantren. Maka dengan ini kami menyatakan sikap : Menolak keberadaan Yayasan Peduli Pesantren (YPP) dan menolak semua program yang ditawarkan oleh YPP kepada pondok pesantren di Sumatera Barat dengan alasan:

1. Karena mengesankan seakan-akan pesantren tidak ada yang mempedulikan. Kenyataannya pesantren berada dibawah kordínasi Direktorat Diniyyah dan Pondok Pesantren Kementrian Agama Republik Indonesia. Dimana pondok pesantren Sumatera Barat tetap menginduk ke Kementrian Agama Repubbk Indonesia serta berada dalam jaringan asosiasi pondok pesantren.

2. Keberadaan YPP memiliki kecendrungan politis yang akan dapat memecah kesatuan dan persatuan umat Islam khususnya kalangan pesantren, olah karena itu kami menghimbau seluruh Pondok Pesantren dl Indonesia untuk lebih mengedepankan tujuan jangka panjang membina generasi pelanjut Umat Islam dlbandingkrn kepentingan sesaat yang menjebak.

3. Pondok Pesantren adalah lembaga independen yang menjadi bagian perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Sejarah mencatat banyak pesantren menjadi markas pejuang kemerdekaan melawan penjajah bahkan ikut membiayai perjuangan kemerdekaan.
Maka dengan ini pesantren tetap menjadi lembaga Independen yang tidak dapat dipengaruhi kepentingan manapun, dan akan tetap selalu menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dan kami merekomendasikan:

1. Kepada Kementrian Agama RI untuk menentukan sikap atas terjadinya upaya-upava yang meresahkan kalangan Pondok Pesantren oleh Yayasan Peduli Pesantren.

2. Kepada Kementrian Hukum dan Perundangan Rl agar menetapkan kode etik pendirian Yayasan dan penetapan nama Yayasan yang tidak memunculkan keresahan umat.

3. Untuk Forum Pondok Pesantren Sumatera Barat agar mendirikan Badan Wakaf Pesantren Sumatera Barat.

Demikianlah surat pernyataan ini dibuat untuk dapat dimaklumi.

Padang Panjang, 10 Desember 2016 / 10 Rabiul Awal 1438H

Perwakilan Pondok Pesantren Sumatera Barat
– Ponpes Subulussalam
– Sumatera Thawalib Parabek
– Perguruan Diniyah Puteri Padang Panjang

Mengetahui
– Ketua Umum MUI Sumatera Barat  (ro)

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…