Skip to main content

Peringatan Nich buat Para Remaja! Usai Digilir 3 Teman Prianya, Siswi yang Kabur dari Rumah Ini Dikasih Uang Rp 50 Ribu untuk Ongkos Pulang

ilustrasi

MALANG - Sekar (15), nama samaran, sempat dikabarkan hilang selama satu bulan ternyata menjadi korban pencabulan.

Pelakunya ada tiga cowok: Bobby (17), RB (16) dan Sugeng (25). Mereka ditangkap tidak lama setelah melakukan perbuatan bejatnya.

Menurut Kapolsek Bantur, Kabupaten Malang, AKP Yatmo, pada Kamis (8/12/2016) Sekar dijemput oleh Bobby.

Bobby kemudian membawa Sekar ke rumahnya di Dusun Gombangan, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Bantur.

RB dan Sugeng kemudian menyusul ke rumah Bobby.

“Mereka kemudian membeli minuman keras. Sekar juga diajak minum sampai mabuk,” ungkap Yatmo, Senin (12/12/2016).

Dalam kondisi mabuk, Sekar kemudian dicabuli secara bergiliran, mulai Dari Bobby, RB, dan Sugeng.

Setelah melampiaskan nafsu bejatnya, tiga pelaku memberikan uang Rp 50.000 kepada Sekar. Sekar kemudian dipersilakan pulang sendiri.

Siswi sebuah Madrasah Tsanawiyah ini kemudian menelepon kakaknya minta dijemput.

Namun sang kakak yang sudah curiga berusaha menjebak Bobby dan kawan-kawan.

“Sebelumnya, korban memang pernah kabur dari rumah selama sebulan. Kakaknya curiga, korban kabur karena pengaruh pelaku yang menjemput adiknya,” tambah Yatmo.

Karena kakak Sekar menolak menjemput, Bobby akhirnya mengantar Sekar pulang.

Sementara di rumah, keluarga Sekar dan warga sudah bersiap menangkap Bobby.

Saat Bobby muncul memboncengkan Sekar, mereka langsung menangkapnya tanpa perlawanan.

Bobby kemudian diserahkan ke Polsek Dampit. Atas pengakuannya, polisi kemudian menjemput RB dan Sugeng di rumah masing-masing.

“Pelaku lain kami tangkap tanpa perlawanan. Mereka sudah kami limpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang,” tambah Yatmo.

Masih menurut Yatmo, pihak keluarga curiga Sekar selama ini sudah menjadi korban pencabulan ketiga pelaku tersebut.

Sebab saat berhari-hari kabur dari rumah, Sekar mengaku berada di Kepanjen bersama seseorang.

Sumber: bangkapos

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…