Skip to main content

Perbedaan Ucapan Selamat Kepada Timnas Indonesia Ala Jokowi Dan JK


Kemenangan timnas Indonesia atas Thailand di leg pertama final Piala AFF 2016 mendapatkan sambutan gembira dari dua pimpinan negara ini, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK).

Namun, kedua pimpinan itu memberikan ucapan selamat lewat cara yang berbeda kepada timnas Indonesia. JK hadir langsung di Stadion Pakansari, Cibinong, untuk menyaksikan perjuangan timnas Indonesia melawan Thailand, Rabu (14/12) malam WIB.

JK pun menjadi saksi kemenangan timnas Indonesia atas Thailand dengan skor 2-1.

Sebelumnya Indonesia tertinggal 0-1 dari Thailand di babak pertama. Namun, di babak kedua Indonesia bisa membalikkan keunggulan dan menang 2-1 atas Thailand berkat gol Rizky Pora (65') dan Hansamu Yama (70').

Usai pertandingan, JK pun turun dari tribun VVIP untuk menghampiri skuat timnas Indonesia di tengah lapangan. JK lalu menyalami satu demi satu para pemain timnas Indonesia.

Berbeda dengan JK, Jokowi tak bisa hadir di stadion Pakansari--seperti yang ia lakukan saat Indonesia menghadapi Vietnam dalam leg pertama semifinal Piala AFF 2016 melawan Vietnam. Dalam laga menjamu Vietnam itu Indonesia menang 2-1.

Kali ini Jokowi tak bisa ke stadion Pakansari karena sedang berada di luar negeri untuk menjalani rangkaian kunjungan kenegaraan. Meskipun tak bisa hadir di stadion, Jokowi ternyata menyempatkan diri untuk menonton langsung pertandingan leg pertama final Piala AFF.

Jokowi kemudian diketahui menyaksikan perjuangan Boaz Solossa dkk lewat cara live streaming menggunakan komputer jinjingnya di kamar tempatnya menginap dalam kunjungan kerja di Iran.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun menyampaikan sambutannya atas kemenangan Indonesia lewat akun Twitter pribadinya.

'Selamat..selamat..selamat.. Untuk Tim Nasional Indonesia - Jkw,' demikian kicau Jokowi seraya menyertakan fotonya tersenyum menyaksikan layar monitor komputer jinjing.

Menariknya, kehadiran dua kepala pemerintahan RI--Jokowi ataupun JK--ternyata diiringi keberhasilan timnas Indonesia menang atas lawannya. Dalam dua laga yang dihadiri Jokowi dan JK itu pun kemenangan didapat timnas Indonesia dengan skor 2-1.

Seolah sama dengan kehadiran Jokowi pada semifinal leg pertama Piala AFF 2016, saat JK yang hadir menggantikan sang presiden ke Pakansari, Indonesia pun menang 2-1 atas Thailand.

Kemenangan ini menjadi modal bagus bagi timnas Indonesia jelang leg kedua yang akan digelar di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (17/12).

Sumber: cnnindonesia

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…