Skip to main content

Perang Antara 9 Naga melawan Jamaah Muslim 212 pun Makin Nyata


www.postmetro.co - Kasus Penistaan Agama Islam oleh AHOK berusaha digiring menjadi Kasus Politik. Persidangan berusaha dialihkan dari mengadili Ahok, menjadi mengadili para Pelapor Ahok.

DRAMA QUEEN PUN TERJADI DI SIDANG PERDANA. Rintih dan tangis penista membuka pembelaannya.

Suara yg biasanya tinggi nan JUMAWA itu berubah menjadi sedu-sedan di layar kaca. Bak telenovela.

Jika dulu Rosalinda menangis di Guadalajara, kini kita disuguhi rintihan Basuki si penguasa Balaikota.

Pertempuran terbuka dengan Jamaah Muslim 212 seolah diumumkan. Para pembela membacakan Nota Keberatan. Puncaknya terjadi ketika ADIK KANDUNG AHOK, FIFI LETTY INDRA, yg menjadi Pembela Ahok, berkali2 dengan logat etnisnya yg kental dengan jelas mengucapkan kata2 ini di pengadilan:

1. Politisi busuk menjegal Ahok,

2. Oknum politisi busuk sengaja menggunakan ayat2 yg sama berkali2 dengan arti yg dibuat sendiri untuk memuluskan oknum yg kerasukan roh neo kolonialisme untuk mencapai puncak kekuasaan,

3. Ayat2 sengaja disebarkan karena mereka tidak mampu bersaing dengan integritas Ahok,

4. Politisi Busuk berlindung di balik Ayat2 itu agar rakyat yg seiman memilihnya,

5. Oknum elit politisi busuk mencantumkan Al-Maidah 51 dengan penjelasan atas artinya sendiri bahwa umat Islam dilarang memilih pemimpin agama lain karena dianggap murtad,

6. Betapa keji oknum Politisi busuk yg demi membohongi orang agar tidak memilih Ahok sampai mengaitkan arti Surat Al-Maidah dng bencana sebagai murka Allah,

7. Tak kenal Ahok maka tak sayang, maka kami ingin menyampaikan sesuai dengan Hadith Nabi bahwa kita hanya bisa menilai Niat Hati orang kalau kita melihat perbuatannya.

*AHAAA... siapa yg tak senang dengan pernyataan Adik Perempuan Kesayangan Ahok itu? Terutama kutipannya soal Hadits Nabi Saw.

KUTIPAN YG SANGAT TEPAT, KARENA JAMAAH ISLAM 212 MEMBACA NIAT BUSUK AHOK SETELAH MELIHAT PERBUATANNYA. PERSIS SEPERTI YG DISURUH OLEH NABI SAW.

*Mendengarkan pemaparan Fifi Lety Indra soal bukti2 Cinta Ahok kepada Islam itu, sungguh menyayat hati.

Fifi Lety yg membangunkan sebuah Musium bernama Musium Ahok untuk sang kakak tercinta di kampung halaman itu, membuat Rakyat ingat Kebaikan Ahok yg menghasilkan tangisan ribuan rakyat muslim yg tergusur, bapak2 yg kehilangan pekerjaan, anak2 yg kebingungan mencari sekolah baru, warga miskin yg terusir dari Rusun yg dijanjikan aman, juga masyarakat yg masih menghuni tenda. Belum lagi ancaman untuk membakar demonstran yg tak sepaham, memfitnah Majelis Rasulullah yg ingin meminjam Lapangan Monas, dan masiiih banyaaak lagi yg lainnya.

Begitulaah...
KEMARIN IA SOMBONG, mempertontonkan rasa tak peduli kepada Vonis Hakim yg memenangkan gugatan warga Bidara China yg telah digusur.

KEMARIN DIAPUN PONGAH, emoh mengakui Vonis Hakim yg memenangkan gugatan warga Bukit Duri dan tetap mengirim buldozer untuk meratakan rumah mereka di bawah hujan air mata.

TAPI HARI INI, IA MENJUAL TANGIS MERINTIH NAN PILU KEPADA HAKIM, MOHON PEMBELAAN DAN BELAS KASIHAN DARI RAKYAT YG DIINJAKNYA.

*Setelah Rakyat dipongahi, dikata-katai maling, dituduh menyerobot tanah negara, dipaksa tukar rumah dengan lantai rusun yg tak gratis, dibodohi dengan diskresi, dipelototi dan dijambani pendapatnya oleh pasukan cyber bayaran,

apakah Rakyat masih mau dibohongi pake tangisan...?

*TO BE CONTINUED,
THE DRAMA QUEEN'S SHOW WILL BE AVAILABLE AGAIN NEXT TUESDAY.

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…