Penyebab Pegawai MA Mengamuk dan Cakar Aiptu Sutisna Terkuak


www.Postmetro.co - Penyebab pencakaran yang dilakukan pegawai MA berinisial DNS terhadap Polantas Polda Metro Jaya Aiptu Sutisna akhirnya terkuak. DNS tak terima melihat Aiptu Sutisna berdiri di tengah ruas Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur. 

"Ibu itu merasa terhalangi laju kendaraannya karena saya berdiri di tengah jalan. Padahal, saya saat itu sedang bertugas mengurai kepadatan lalu lintas," ungkap Aiptu Sutisna kepada wartawan, Rabu (14/1/2016). 

Sutrisna mengatakan,  pada Selasa, 13 Desember 2016 kemarin bersama Bripda Sudiro tengah mengurai arus lalu lintas di Jalan Jatinegara Barat. Sesuai protap, pagi itu Sutisna mendapat tugas mengurai lalu lintas karena di Jatinegara Barat ada galian gorong-gorong yang menyebabkan penyempitan jalan hingga menimbulkan kemacetan.

Pukul 08.00 WIB arus lalu lintas tidak lagi begitu macet setelah dilakukan pengaturan oleh polisi. Tiba-tiba terdapat seorang pengendara mobil Xenia yang dikemudikan DNS berhenti persis di depan Sutisna. 

"Ibu itu membuka kaca jendela dan memakinya. Dia teriak dengan kata-kata kasar. Dia teriak, kalau mau berdiri jangan di situ, di depan sana," kata Sutisna. 

Sutisna pun awalnya tak menghiraukan makian DNS karena beranggapan ditujukan ke orang lain. Namun, DNS kembali mengeluarkan kata-kata kasar dan menyebutkan kalau Sutisna menghalangi mobilnya yang hendak lewat. 

"Saya kemudian berusaha mendokumentasikan pelat nomor DNS itu. Tapi dia malah mengambil HP saya dan bilang, saya ini orang Mahkamah Agung. HP kamu saya sita, nanti kamu ambil di MA. Saya bilang, tak perlu ambil ke MA, kalau ibu mau silakan ambil HP saya, HP saya juga jelek," jelasnya.

Sutisna menuturkan, sempat meminta klarifikasi dari DNS terkait ucapan kasar tersebut. Namun, DNS malah hendak pergi masuk ke mobil."Saya ambil kunci mobil DNS dan melompat kebusway sambil berkata pada DNS untuk mengklarifikasi perkataan kasarnya itu," ucapnya.

Menurut Sutisna, DNS terus mengejar mengejar dan mulai memukuli. "Saya sempat bilang, ibu apakah sudah puas memaki saya, memukul saya? Kalau belum puas silakan. Saya tidak akan melawan, silakan lampiaskan hawa nafsu ibu, lampiaskan ke saya saja, jangan ke orang lain. Dia terus memukuli, saya bolak-balik saja muka saya ditampar," jelasnya.

Akhirnya, lanjut Sutisna, DNS menghentikan perbuatannya itu karena lelah. Sutisna pun menyerahkan kunci mobilnya itu ke DNS hingga akhirnya DNS pergi meninggalkannya begitu saja.

"Mungkin dia sadar, ditangannya itu dia masih pegang HP saya, akhirnya dia lempar HP saya ke jalur Transjakarta," katanya. (sn)