www.postmetro.co - Blunder! Nota Keberatan terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di sidang perdana di PN Jakarta Utara, isinya seperti Nota Pembelaan. Karena itu Insya Allah akan ditolak hakim.

Penegasan itu disampaikan praktisi hukum senior Mahendradatta menyikapi sidang perdana Ahok di PN Jakarta Utara (13/12). “Nota Keberatan Ahok isinya seperti Nota Pembelaan, ini blunder. Karena Insyaa Allah ditolak Hakim, Nilai Pembelaan jadi tidak bernilai lagi,” beber Mahendradatta di akun Twitter ‏@mahendradatta.

Ketua Tim Pembela Muslim (TPM) ini juga mengomentari pernyataan Ahok yang menyatakan bahwa hanya Tuhan yang tahu niat seseorang. “Ahok bilang hanya Tuhan yang tahu niat seseorang, helooow itu @KPK_RI bisa bilang tidak ada niat jahat kamu di Kasus RSSW Hok,” sindir @mahendradatta.

Sebelumnya, dalam sidang kasus penodaan agama, Ahok sempat menangis di depan Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Utara (13/12).

Ahok meneteskan air mata saat membacakan surat pembelaan atas dakwaan yang telah disampaikan jaksa dalam kasus penodaan agama.

Ahok mulai menangis saat menceritakan kedekatan orangtua dan keluarganya yang non-Muslim dengan keluarga orangtua angkatnya yang berasal dari Bone, Sulawesi Selatan. Ahok mengatakan, karena penghormatan kepada kedua orangtua kandung dan orangtua angkatnya, tidak mungkin dirinya melakukan penistaan terhadap ulama dan Islam.

“Saya sangat sedih dituduh menista agama Islam. Karena tuduhan itu sama saja saya telah menista saudara-suadara angkat saya sendiri yang beragama Islam,” ujar Ahok sambil menyeka air matanya.

Ketua Majelis Hakim sidang penodaan agama dengan terdakwa Ahok, Dwiyarso Budi Santiarto, membuka sidang dan menyatakan terbuka untuk umum. Tetapi, sebelum melanjutkan sidang, Dwiyarso menyatakan, saat persidangan sudah memasuki pembuktian, sidang tetap dinyatakan terbuka tetapi tidak disiarkan secara langsung oleh televisi. [itj]
Share To:

Portal Dunia

Post A Comment: