Header Ads

Pemuda Muhammadiyah: Sakit Jiwa, Ketika Kitab Sucinya Diolok tapi Ia justru Ikut Mengoloknya


Kualitas nalar manusia terhadap kehidupan sosial itu ditandakan dengan bagaimana menghargai keyakinan masing-masing. Jika sudah di antara masyarakat yang mengolok-olok kitab suci lain, maka menurut Ketum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai bentuk atau upaya merusak toleransi yang sudah lama dibangun.

"Yang terhormat, anak negeri. Apapun agama saudara, toleransi itu penting. Ketika Anda mengolong-olok menggunkan ayat Al-Qur'an, Anda sedang merusak toleransi itu.
Nalar terendah manusia adalah ketika tega mengolok-olok ayat suci. Apalagi mengaku menganut agama yang kitab sucinya dia olok-olok. Sakit jiwa," katanya, melalui akun Twitter pribadinya, beberapa waktu lalu.

Ia mencontohkan saat pelatih Timnas Indonesia berlaga di Piala AFF, yang kebetulan bukanlah seorang muslim. Dahnil menganggap orang yang mengoloknya sebagai orang dengan keadaban minim.

"Olok-olokan terkait Pelatih Timnas yang dikaitkan dengan Al-Maidah ayat 51, misalnya, adalah contoh laku olok-olokan, watak keadaban terendah, apalagi mengaku muslim. Bila olok-olokan seperti itu dilakukan oleh mereka yang beragama lain, agaknya Anda tidak memahami makna toleransi dan mengundang kebencian." (vi)
Powered by Blogger.