Header Ads

Pemanasan? Kasusnya Dianggap Ada Kejanggalan, Antasari Sebut Inisial HM

ilustrasi



Antasari Azhar mengaku upaya mengkriminalisasikan dirinya sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum Nasruddin Zulkarnain ditembak orang tak dikenal. Salah satunya pengkondisian wartawan oleh sekelompok orang untuk membusukkan nama Antasari.

"Saya mulai 6 bulan sebelum 4 Mei 2009 mulai digadang-gadang mulai masuk penjara. Antara lain beberapa pihak mengumpulkan wartawan, kepentingannya apa? Perintahnya hancurkan Antasari. Buat Antasari dicaci masyarakat Indonesia. Jangan ragu. Dana kita unlimited," kata Antasari menirukan isu pertemuan itu.

Pernyataan itu disampaikan dalam Konferensi Hukum Nasional yang digelar Pusat Kajian Pancasila dan Konstitusi (Puskapsi) Universitas Jember di Jember, Jawa Timur, Sabtu (17/12/2016). Hadir dalam pertemuan itu Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat, guru besar Universitas Andalah Prof Dr Saldi Isra, mantan Wakil Ketua MK Harjono dan Wakil Ketua Komisi Yudisial (KY) Sukma Violetta.

"Inisialnya HM," cetus Antasari membocorkan inisial nama yang mengkondisikan media tersebut.

Setelah pertemuan pertama, HM kembali mengkondisikan lagi sejumlah media dengan menekankan perintah dalam pertemuan pertama. Namun tidak semua media sepakat dengan perintah HM tersebut.

"Pokoknya bikin rakyat benci Antasari," demikian kata Antasari menirukan perintah HM.

Setelah itu, teror terus dialami Antasari. Dering telepon di rumahnya tidak pernah berhenti sepanjang hari. Bahkan anaknya pernah menerima ancaman yang berbunyi 'Siapkan bendera kuning di depan rumah, sebentar lagi bapakmu kami antar'.

"Pernah anak saya telepon meminta saya tidak usah pulang dulu, minta saya di kantor saja. Lho kok? Biasanya akan anak meminta orang tuanya segera pulang, ini tidak," ucap Antasari.

"Sudah, saya tidak mau teruskan lagi. Nanti saya terharu. Memang mata saya melotot, kumisan, tapi hati saya mudah terharu," sambung Antasari.

Sumber: detikcom
Powered by Blogger.