Parah! Masihkah Kasus Penistaan Si Ahok Dihubungkan Dengan Politik?


Pengamat politik Boni Hargens kembali mengomentari kasus dugaan penistaan agama dengan tersangka Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Dengan tegas, Boni mengatakan, jika Ahok diputus tak bersalah lalu bebas kemudian ada yang marah dengan memobilisasi massa lagi untuk demonstrasi, maka membuktikan motif mereka politik, bukan penegakan hukum.

"Kalau misalnya hakim menyatakan tidak bersalah dan ada yang marah, lalu buat aksi, berarti ini seratus persen masalah politik," kata Boni, Rabu (7/12), di Cikini, Jakarta Pusat.

Jika memang persoalannya adalah politik, sambung Boni, perlu dilacak kemudian adalah siapa aktor politik di baliknya. "Harus kejar aktor politiknya, karena harus bisa pisahkan ruang hukum dan politik," tegas Boni.

Sementara itu, terkait dengan jalannya sidang, Boni berharap, majelis hakim memproses kasus dengan tetap mengedepankan profesionalitas, tidak terpengaruh tekanan politik dan massa.

"Yang penting adalah sejauh mana hakim menyatakan bersalah atau tidak, tidak perlu pikirkan risiko politiknya, kalau salah bilang salah, kalau tidak salah ya tidak," tutp Boni.

Sebagai informasi, persidangan kasus Ahok akan digulirkan Selasa depan, 13 Desember 2016. Jelang persidangan itu, Kejaksaan Agung telah menyusun tim jaksa penuntut umum yang berjumlah 13 orang. Pengadilan juga telah menetapkan majelis hakim yang akan mengadili Ahok.

Sumber: jitunews