Skip to main content

Ow, Ternyata Pak Prabowo Subianto dan Anies Nonton Langsung Laga Final di Bangkok

Ilustrasi

Tim nasional Indonesia menjalani laga final leg kedua Piala AFF 2016, dengan menantang tim Thailand di Stadion Rajamangala, Thailand, Sabtu malam, 17 Desember 2016.

Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan didampingi istrinya, Fery Farhati, memberikan dukungan dan doa untuk tim asuhan Alfred Riedl langsung di Stadion Negeri Gajah Putih itu.

Selain itu, tampak juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Prabowo Subianto yang duduk di sebelah Anies. Prabowo ikut juga memberikan dukungan dan doa untuk tim pimpinan Boaz Salossa itu. Prabowo tampak menggunakan baju kemeja berwarna putih dengan motif garis merah.

Calon Gubernur DKI Jakarta itu tampak larut dalam euforia bersama ribuan penonton di Stadion Nasional Rajamangala, Thailand. Gayanya pun maksimal. Selain mengenakanjersey timnas, Anies mengenakan ikat kepala berwarna merah bertuliskan Indonesia.

Anies ikut berbaur dengan para pendukung yang memerahkan tribun sisi tenggara stadion tersebut.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga ikut memegang bendera merah putih raksasa saat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Tak hanya itu, setiap ada peluang untuk Indonesia maupun pressure dari tim tuan rumah, Anies juga meloncat dan berteriak. Bahkan dia juga ikut melakukan chant dan gerakan sesuai para penonton.

"Apapun hasilnya, yang penting kita berikan dukungan maksimal untuk timnas," ucapnya.

Sumber: suaranetizen

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…