Menara Eiffel "lenyap" ditelan kabut asap polusi musim dingin terburuk yang melanda Paris dalam satu dekade terakhir sehingga memaksa pemerintah setempat membatasi jumlah kendaraan yang boleh melintas di ibu kota dengan menerapkan sistem ganjil-genap.

Selain itu, pemerintah juga menggratiskan ongkos angkutan umum sejak Selasa (06/12) demi mengurangi tingkat polusi di ibu kota.

Namun, banyak warga Paris yang tidak mengindahkan pembatasan kendaraan di ibu kota. Menurut The Local, polisi memberikan denda kepada 1.700 pengendara senilai 22 sampai 75 euro (Rp 310 ribu-Rp 1,05 juta) karena melanggar larangan tersebut.

Lembaga pengawas kualitas udara di Paris, AirParif mengatakan, partikel polutan PM10 di Paris mencapai lebih dari 80 mikrogram per meter kubik. Konsentrasi tinggi partikel beracun di wilayah ini terjadi akibat rendahnya kecepatan angin dan tekanan tinggi yang membuat emisi kendaraan, pembangkit listrik dan pemanas, terutama cerobong asap, menumpuk.

Paris bukan merupakan satu-satunya kota yang terkena dampak dari tingginya tingkat polusi di Prancis. Menurut Le Parisien, Marseille, Avignon, Rouen dan Grenoble juga mengalami kualitas udara yang buruk sama seperti pada gambar Menara Eiffel yang diselimuti kabut asap akibat polusi. Pemerintah kota Lyon menerapkan skema yang sama dengan Paris pada Jumat.

Di Paris, skema pembatasan kendaraan untuk mengurangi tingkat polusi sudah berlangsung sebanyak tiga kali, yakni pada 1997, 2014 dan 2015. Sementara di Lyon ini adalah yang pertama kalinya.

Selain memberlakukan aturan ganjil-genap, musim panas lalu, Wali Kota Paris Anne Hidalgo melarang kendaraan tua yang diproduksi sebelum 1997 berseliweran di ibu kota dari Senin sampai Jumat pukul 08.00-20.00 demi mengurangi polusi.

Sumber: rimanews
Share To:

Portal Dunia

Post A Comment: