Oalah... Ternyata Ini To Alasan Mengapa Pura-Pura Menyesal Disebut Air Mata Buaya

ilustrasi

JAKARTA — Air mata buaya. Mungkin Anda akrab dengan istilah tersebut. Terlebih karena belakangan ini air mata buaya jadi bincangan di sosial media Twitter. Tagar #AirMataBuaya bahkan sempat jadi trending topic.

Hal tersebut dikarenakan warga Twitter beramai-ramai membahas sidang Ahok. Membicarakan Ahok yang menangis di kursi pesakitan. Mereka mengira Ahok hanya berpura-pura atau akting menangis untuk mendapatkan simpati publik.

Kembali ke pokok permasalahan, Air Mata Buaya. Istilah ini ternyata juga populer di luar negeri. Air mata buaya beken dengan istilah bahasa Inggris yaitu cry crocodile tears. Maknanya sama, diperuntukkan untuk orang yang berpura-pura menyesal.

National Geographics menyebut, manusia telah menggunakan istilah tersebut selama berabad-abad lamanya, tanpa tahu apa sebab air mata buaya itu bermakna penyesalan palsu.

Baru belakangan sebuah studi memperlihatkan bahwa buaya meneteskan air matanya saat menelan mangsanya. Uniknya, airmata sang buaya mengalir karena alasan biologis, bukan karena alasan emosional seperti penyesalan.

Kent Vliet dari Universitas Florida mengatakan, secara umum airmata buaya sama dengan airmata manusia.

“Anda bisa menyaksikan kelembaban di mata mereka atau air berkumpul di sudut mata. Pada waktunya, airmata akan menetes keluar dari sudut mata dan mengalir ke wajah mereka seperti airmata yang meleleh di wajah manusia,” kata Vliet.

Sementara itu, Adam Britton, pendiri Crocodilian.com melakukan studi terpisah. Ia menyebutkan bahwa buaya memproduksi airmata sepanjang waktu.

Fungsi airmata buaya sama seperti airmata manusia, yakni untuk melumasi mata. Ini bahkan lebih relevan bagi buaya karena mereka memiliki kelopak mata ketiga yang dikenal sebagai membran pengelip.

Studi yang dilakukan Universitas Florida juga mengatakan bahwa tak mudah mengamati airmata buaya yang tumpah.

“Ada banyak drama yang terjadi di sekitar kepala saat mereka menelan mangsa. Saat menelan mata buaya juga mundur ke arah kepala. Mereka mungkin hanya mencoba untuk melindungi mata,” kata Vliet.

Sumber: pojoksatu