Skip to main content

Oalah Pantas Saja.......Ini Sebabnya Habib Rizieq Batal Hadairi Doa 1212 di Gasibu

ilustrasi



Salat Subuh Berjamaah dan Doa Bersama 1212 di Lapangan Gasibu, Bandung dipenuhi ribuan jamaah. Namun, Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dikabarkan sakit dan tak bisa hadir di acara tersebut.

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Bachtiar Nasir menjelaskan Habib Rizieq masih demam. “Habib sudah seminggu dirawat di rumah sakit. Sudah keluar dua hari lalu, namun masih demam. Mari kita doakan untuk kesembuhan beliau,” ujar Bachtiar di awal sambutannya di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Senin (12/12/2016).

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Umum DPP FPI Ahmad Sobri Lubis. Dia menyebut meski sudah dua hari keluar dari rumah sakit kondisi Habib Rizieq masih kurang sehat.

“Saya diminta untuk mewakili Habib Rizieq, karena kondisinya belakangan ini kurang sehat. Baru dirawat di rumah sakit dua hari lalu,” ujar Ahmad Sobri dalam sambutan dan tausiahnya di Masjid Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung.

Kondisi fisik yang masih lemah itu membuat Habib Rizieq tidak bisa berangkat ke Bandung. Untuk itu Habib menunjuk Ahmad menggantikan dirinya.

“Semalam masih demam. Belum ada tenaga. Kepada saya semalam meminta untuk mewakili beliau,” kata dia.

Habib Rizieq pun menitipkan salam kepada jamaah yang hadir di Lapangan Gasibu karena terpaksa absen. “Beliau menyampaikan salam dan memohon maaf tidak bisa hadir,” ucap Ahmad.

sumber: lensaindonesia

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…