Skip to main content

Mutu Pendidikan Indonesia Baakal Setara Dengan Singapura, Ini Janji Pak Anis...


Anies Baswedan meyakini pendidikan sebagai salah satu kunci bagi warga untuk keluar dari kemiskinan. Oleh karena itu, ia berjanji akan meningkatkan mutu pendidikan di ibu kota agar setara dengan negara maju Singapura jika terpilih menjadi gubernur DKI Jakarta.

"Kalau pendidikan bermutu, maka orang akan sejahtera," kata Anies saat menggelar kampanye tertutup di GOR Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (11/12).

Kepada warga, ia menjamin akan memberikan akses pendidikan kepada semua orang secara gratis. Pendidikan gratis disebut Anies tak akan mengurangi kualitasnya. Bahkan ia berjanji akan meningkatkan mutu pendidikan di Jakarta sehingga bisa setara dengan kota-kota besar di sejumlah negara seperti Singapura, Kuala Lumpur, dan Shanghai.

"Saat ini uangnya itu ada. Tapi tidak dimaksimalkan," ujar Anies.

Pendidikan merupakan satu dari tiga program yang dipaparkan Anies kepada warga Cipayung. Program pertama yang ia tawarkan adalah jaminan lapangan kerja kepada warga yang menurutnya masih banyak yang menganggur.

Untuk menyiasati banyak pengangguran, Anies berjanji akan menciptakan 200 ribu usahawan baru. Menurut Anies, janji tersebut sangat realistis. Pasalnya, hal itu sudah pernah dilakukan oleh pasangannya, calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Sandi adalah salah satu pengusaha kelas atas di Indonesia. "Bang Sandi itu meniti karir dari tiga pegawai. Sampai sekarang 50 ribu. Kami sudah terbukti," kata Anies.

Selain lapangan kerja dan pendidikan, Anies juga berjanji akan mengontrol harga sembilan bahan pokok agar dapat dijangkau warga. Saat ini, menurut Anies, harga sembako masih mahal.

Janji-janji itu, kata Anies, hanya bisa direalisasikan jika dirinya terpilih sebagai gubernur DKI Jakarta dalam Pilkada 2017. Maka ia berharap warga Kecamatan Cipayung bisa memenangkan dirinya.

"Ajak orang untuk pilih nomor tiga. Bisa?" teriak Anies yang disambut dengan teriakan "bisa" dari para warga.

Berdasarkan daftar pemilih tetap (DPT) yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta, Kecamatan Cipayung memiliki 171.543 pemilih yang terdiri dari 85.385 pemilih laki-laki dan dan 86.158 pemilih perempuan.

Anies menargetkan menang besar di kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Sementara Sekretaris Tim Pemenangan Anies-Sandi, Syarief mengatakan, pihaknya akan mengupayakan agar satu orang di Cipayung bisa menggerakkan 50 orang untuk memilih Anies-sandi. "Insya Allah akan menang di sini," tambahnya.

Sumber: cnnindonesia

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…