Skip to main content

"Kamu Muslim Indonesia kan? Kalian Telah Membuat Sejarah"


Tepat satu pekan kemarin Aksi 212. Umat Islam Indonesia membuktikan bukan lagi "buih" tapi sudah jadi kekuatan solid dengan jutaan massa yang diikat oleh satu ikatan aqidah, satu kecintaan dalam membela agama.

Umat Islam Indonesia kini jadi kebanggaan umat Islam seluruh dunia. Dan ini benar terjadi.

Pelajar-pelajar Indonesia yang sedang kuliah di Al-Azhar Mesir menuturkan respon teman-temannya dari mancangera terkait ketakjuban Aksi 212.

"Kamu muslim Indonesia, kan? Yang kemarin berkumpul di pusat ibukota negara dengan semangat membela Al Quran?", tanya seorang kawan dari Turki.

"Kamu muslim Indonesia, kan? Yang Jumat kemarin baru saja menorehkan sejarah shalat Jumat terbesar di dunia?", takjub salah satu jamaah Masjid dari Somalia.

"Kamu muslim Indonesia, kan? Yang semangat umat Islam di negerimu begitu berkobar untuk membela Al Quran?", kata tetangga Kazakhstan.

"Kamu muslim Indonesia, kan? Berapa jumlahmu? Aku yakin masa depan dunia Islam akan menjadi proyek besarmu," salut kawan Nigeria.

"Kamu muslim Indonesia, kan? Ahsanunnas, manusia paling baik, sampaikan salam kami untuk saudara muslim kami di Jakarta," sahut paman penjaga fotokopi di Mesir.

"Kamu muslim Indonesia, kan? Aku lihat di Al Jazeera takjub. Aku kira kalian bergeming, ternyata kalian gagah", puji seorang Guru di Mesir.

"Ya, kami muslim, muslim Indonesia yang ingin mengambil peran bagi sejarah, layaknya engkau sekalian muslimin Arab, Turki dan bangsa lainnya," jawab kami dalam hati saja.

Semoga aksi Bela Islam III #SuperDamai212 jadi titik sejarah kami untuk memulai sebuah awal yang baru beraksi demi Umat Islam sedunia.

Sumber: fb

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…