Tahun 2016 ini mulai nampak kegagalan program-program pembangunan proyek infrastruktur pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. 

Dalam hal pendanaan proyek misalnya, dana yang tersedia untuk membiayai sejumlah proyek infrastruktur semakin tak jelas.

Sebagai contoh adalah ancaman kegagalan  proyek pembangunan Pembangkit Listrik 35 Megawatt yang dicanangkan Joko Widodo. Hingga kini belum ada tanda tanda aktifitasnya.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Gerindra, Arief Poyuono, dalam keterangan beberapa saat lalu (Sabtu, 10/12).

"Hal ini ini karena adanya pratek broker proyek listrik 35 Megawatt yang meyebabkan investor enggan mengalirkan dana nya untuk mulai," ungkap Arief.

Begitu juga dengan defisit anggaran. Menurut Arif, semakin besar akibat target penerimaan pajak tahun 2016 yang sudah dikoreksi menjadi Rp 1.137 triliun dari sebelumnya Rp 1.355 triliun dan baru tercapai Rp 956 trilyun. Artinya masih minus Rp 172 triliun.


"Hingga saat ini dan  program tax amnesty yang jadi andalan juga belum terlihat hasil untuk mengatasi defisit anggaran yang membengkak hingga 2,7 persen dari PDB dari target 2,35 persen di tahun 2016," demikian Arief. [rmol]
Share To:

Portal Dunia

Post A Comment: