Miris, Nakes Untuk Gempa Aceh Masih Sangat Minim


Penanganan korban gempa bumi Pidie Jaya, Aceh pada Rabu (7/12) masih perlu tambahan tenaga kesehatan. Nakes diharapkan punya spesialisasi kemampuan dalam bidang bedah, anastesi, dan kesehatan tulang. Hal ini terkait cedera yang banyak dialami korban.

Kementerian Kesehatan menyatakan, sedikitnya diperlukan 35 nakes tambahan untuk mengobati dan memperbaiki kondisi korban. Nakes terdiri atas lima dokter bedah tulang, lima dokter anastesi, dan 30 perawat. "Korban juga perlu tenda tambahan untuk pelayanan kesehatan," kata Menkes Nila Moeloek, Kamis (8/12).

Nila mengatakan, pemerintah telah berkoordinasi dengan pemda setempat untuk penanganan korban. Sesuai dengan penetapan status tanggap darurat bencana, pemerintah telah membentuk klaster kesehatan yang bertugas memberi layanan dan informasi kesehatan. Status tanggap darurat diterapkan selama 14 hari di Kabupaten Pidie Jaya, Pidie, dan Bireun.

Pemerintah juga sudah mengirim tim untuk melakukan penilaian cepat kesehatan atau rapid health assesment (RHA). Bantuan yang telah diperoleh korban melalui Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) Medan berupa 59 set hygiene kit perorangan, 30 set higiene kit Keluaga, 100 buah jerigen lipat, 11 kotak sarung tangan, 950 buah plastik sampah infeksius.

Sumber: harnas