Skip to main content

Militer Turki : Rute Manbij – Al-Bab sudah berhasil dikuasai


Pasukan oposisi Suriah (FSA) yang didukung Turki telah menguasai jalan antara Manbij dan al-Bab

Sebanyak 10 basis Daesh berhasil dihancurkan sebagai bagian dari Operasi Euprates Shield.
Tentara Pembebas Suriah (FSA) bersama-sama dengan tentara Turki, berhasil menguasai sebagian besar jalan raya penghubung Manbij – al-Bab.

Pasukan FSA telah bergerak semakin dekat ke al-Bab dengan dukungan dari Angkatan Bersenjata Turki, Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu, menyatakan pada hari Jumat.

“Kami telah mengirim tim ahli kami dan pasukan AS menuju Manbij. Kami akan melanjtkan operasi sampai kami yakin bahwa YPG telah ditarik mundur ke timur Sungai Eufrat,” katanya. Strategi ini dinilai sebagai langkah jitu, dengan mengikutsertakan AS dalam operasi, karena selama ini YPG selalu menyatakan bahwa AS memberikan dukungan penuh untuk kelompok mereka.

Beberapa sumber di lapangan melaporkan bahwa pejuang FSA telah memasuki kota dan membebaskan beberapa daerah dari kelompok teroris, termasuk sebagian besar pegunungan Aqil, sebelah barat al-Bab.



Turki melancarkan operasi pada bulan Agustus, mengirim tank-tank, pesawat terbang dan tentara untuk mendukung oposisi Suriah moderat.
Setelah mendorong Daesh teroris menjauh dari perbatasan Suriah – Turki, FSA yang didukung militer Turki telah bergerak ke arah al-Bab, benteng terakhir dari organisasi teror Daesh di pedesaan utara Aleppo.

Total 34 basis Daesh dihancurkan di Suriah

Total 34 basisi Daesh berhasil dihancurkan dalam operasi Euphrates Shield yang sedang berlangsung dan telah memasuki hari ke 108.
Militer Turki mengatakan bahwa 21 tempat penampungan, dua kendaraan lapis baja, 5 amunisi dan 6 titik kontrol dari organisasi teroris Daesh hancur.

Ankara telah bergerak semakin jauh ke selatan, mendukung pasukan FSA sebagai bagian dari Operasi Euphrates Shield yang diluncurkan pada 24 Agustus, untuk membersihkan al-Bab dari kelompok teroris dan membentuk zona bebas teror seluas 5.000 meter persegi yang terdiri dari kota al-Bab, al -Rai, Azaz, Jarablus dan Manbij.

Koridor bebas teror akan menjamin keamanan bagi perbatasan selatan Turki dengan Suriah, serta  memberikan tempat berlindung yang aman bagi penduduk setempat di wilayah tersebut, yang akan menghentikan masuknya massa pengungsi yang datang ke Turki.

Yeni Şafak & Daily Sabah

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…