Ilustrasi

Satuan Narkoba Polresta Barelang dan Bea Cukai Batam menyita 26,433 Kilogram sabu-sabu milik jaringan narkoba internasional. Sebanyak 26,433 kg sabu-sabu asal China tersebut disimpan di balik dua lukisan. 

Menurut Kapolda Kepri Brigjend Pol Sam Budigusdian, penangkaapan pelaku setelah dilakukan kerjasama dengan Bea dan Cukai.


"Bea Cukai mencurigai dua lukisan asal China yang tiba dari Singapura pada Rabu 30 November langsung berkoordinasi dengan Sat Narkoba Polresta Barelang," ujarnya. "Selain dua pelaku, kita amankan satu lukisan yang diduga sudah beredar di Indonesia," katanya.


Didalam satu lukisan Bunda Maria yang sedang berdoa dengan kode Yc, dibalik lukisan ditemukan 31 kotak kecil sabu-sabu yang dibalut almunium foil seberat 13,062 gram.

Dibalik lukisan Bunda Maria sedang menggendong anak bayi, ditemukan sebanyak 33 kotak kecil sabu-sabu yang dibalut almunium foil seberat 13.631 gram. "Jika dirupiahkan puluhan kilogram sabu-sabu ini Rp27 milar, itu sama juga menyelamatkan 140 ribu orang," ujarnya.
Satuan Narkoba Polresta Barelang dan Bea Cukai Batam menyita 26,433 Kilogram sabu-sabu milik jaringan narkoba internasional. Sebanyak 26,433 kg sabu-sabu asal China tersebut disimpan di balik dua lukisan. 

Menurut Kapolda Kepri Brigjend Pol Sam Budigusdian, penangkapan pelaku setelah dilakukan kerjasama dengan Bea dan Cukai.


"Bea Cukai mencurigai dua lukisan asal China yang tiba dari Singapura pada Rabu 30 November langsung berkoordinasi dengan Sat Narkoba Polresta Barelang," ujarnya. "Selain dua pelaku, kita amankan satu lukisan yang diduga sudah beredar di Indonesia," katanya.

Didalam satu lukisan Bunda Maria yang sedang berdoa dengan kode Yc, dibalik lukisan ditemukan 31 kotak kecil sabu-sabu yang dibalut almunium foil seberat 13,062 gram.

Dibalik lukisan Bunda Maria sedang menggendong anak bayi, ditemukan sebanyak 33 kotak kecil sabu-sabu yang dibalut almunium foil seberat 13.631 gram. "Jika dirupiahkan puluhan kilogram sabu-sabu ini Rp27 milar, itu sama juga menyelamatkan 140 ribu orang," ujarnya.
"Polri  bekerjasama dengan Bea dan Cukai untuk memberantas narkoba, jadi tak ada bandara yang aman di Indonesia untuk memasukan narkoba," ujarnya.

Sumber: monitorday
Share To:

Portal Dunia

Post A Comment: