Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengatakan rencana kelompok teroris ISIS yang membangun markas di Filipina Selatan harus diwaspadai. 

Dia mengatakan rencana pembangunan markas ISIS di Filipina harus diantisipasi karena kegiatan ISIS dapat berdampak bagi ketertiban kawasan dan keamanan nasional.

"Saya baru dari Filipina kemarin, saya sudah bilang dari enam bulan lalu itu, (teroris) akan membesar. Itu harus diwaspadai," kata Menhan Ryamizard, Jakarta, Jumat (9/12).

Ia mengatakan potensi ancaman yang dapat mengancam persatuan, kesatuan dan keutuhan bangsa Indonesia tidak hanya dapat berasal dari dalam negeri tapi juga dari luar negeri. 

Untuk itu, masyarakat Indonesia harus bersama-sama memerangi setiap ancaman terhadap bangsa seperti terorisme. Terorisme juga harus diperangi baik oleh suatu negara maupun dengan kerja sama antarnegara.

Sebelumnya, Badan Intelijen Negara harus mengantisipasi rencana ISIS membangun basis di Filipina Selatan, karena berperan sentral melakukan upaya deteksi dini.

"Informasi dari Panglima TNI bahwa ISIS sedang membangun basis di Filipina Selatan harus membuat aparat keamanan baik itu Polri, TNI maupun BIN lebih waspada," kata anggota Komisi I DPR Charles Honorisnya di Jakarta, Rabu (7/12).

Dia menjelaskan lembaga intelijen khususnya BIN memiliki peran sentral untuk melakukan upaya deteksi dini dan melakukan intelligence sharing kepada lembaga penegak hukum sehingga bisa mengantisipasi aksi-aksi terorisme yang mungkin terjadi.

Selain itu, menurut dia, adanya infiltrasi kelompok ISIS di berbagai jaringan di Tanah Air harus mendapatkan perhatian khusus.


"Beberapa ormas garis keras sudah terindikasi menjadi proxy dari ISIS di Indonesia bahkan ada pentolan ormas yang jelas-jelas membaiat warga untuk menjadi pengikut ISIS," ujarnya. (rol)
Share To:

Portal Dunia

Post A Comment: