Skip to main content

Menghina Ulama Dan Mengaku Sebagai Nabi Isa,Pria Ini Di Amankan Polisi




Tim opsnal Polres Aceh Timur dan Polsek Peureulak mengamankan Zulkifli warga Gampong Teupin Batee, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur, Kamis (8/12/2016).

Zulkifli merupakan orang yang mengaku dirinya sebagai Nabi Isa. Pengakuan dirinya tersebut diunggahnya dalam status Facebook dengan nama akun Zulkifli (Hatee tengku).

Seperti statusnya Kamis (8/12/2016) pukul 12.00 WIB tertulis” #SERAM KETIKA GUA MENGAMUK, GUA MAU ACEH MERDEKA ADA BAITULMAL, GUA NABI ISA BENARAN”.

Status lainnya pada hari yang sama ditulis “GUA NABI ISA BARU GUA TAU SETELAH GUA BACA ZIKIR YA MUKMIN...”.

Statusnya pada 4 Desember 2016 pukul 9:41 WIB, sambil menggunggah foto ia menulis “ saya nabi isa nabi syahadat”.

Tidak hanya mengaku Isa, dalam status facebooknya Zulkifli juga diduga telah menghina ulama di Indonesia. Ini status yang diunggahnya 9 November 2015 pukul 6:55 WIB, “BOLEHKAH SAYA KATA ULAMA YANG ADA DIINDONESIA ITU KAFIR? TENTU BOLEH, SEBAB DALIL ADA.

“Kapolres mengambil kebijakan dengan mengamankan Zulkifli untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Karena belakangan ini masyarakat dan para ulama di Aceh Timur diresahkan dengan pengakuan Zulkifli sebagai Nabi Isa dan menghina ulama di akun Facebooknya,” jelas AKP P Harahap dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Kamis (8/12/2016).

Zulkifli diamankan tim opsnal Polres Aceh Timur dan Polsek Peureulak, dari tempatnya bekerja di toko sablon di kawasan Peureulak, Kamis (8/12/2016).

Setelah diamankan, pukul 15.00 WIB Kamis (8/12/2016), Polres Aceh Timur diwakili Kasat Reskrim AKP P Harahap menggelar pertemuan dengan MPU Aceh Timur yang diwakili oleh H Anwar, dari Ikatan Santri Aceh Timur (ISAT) diwakili Tgk Iskandar, dan Rahmayuddin.

Dari Aliansi Hujjah Alumni Dayah (ALHADA) diwakili oleh Tgk Muhibbuddin.

Termasuk dihadiri Tuha Peut, Keuchik, Kadus, serta tokoh masyarakat Gampong Teupin Batee, yang merupakan gampong tempat Zulkifli menetap selama ini.

Pertemuan ini untuk mencari solusi secara bersama terkait kasus Zulkifli yang mengaku sebagai Nabi Isa, dan terkait dugaan telah menghina ulama.

Dari pertemuan itu, kata AKP P Harahap, disepakati beberapa solusi yakni demi keselamatan Zulkifli ia diamankan di Mapolres Aceh Timur selama 1x24 jam terhitung Kamis (8/12/2016).

Langkah ini, kata AKP P Harahap, karena sebelumnya Juni 2015 lalu, Zulkifli juga diduga telah melakukan penghinaan terhadap ulama Aceh Timur.

Solusi kedua, jelas AKP P Harahap, direncanakan Jumat (9/12) Zulkifli akan dibawa ke RS Sakit Jiwa Banda Aceh untuk dilakukan pemeriksaan kejiwaan.

Dugaan ini, jelas AKP P Harahap, jika dilihat dari prinsipnya, dia (Zulkifli) lebih baik tidak makan dari pada tidak memiliki paket internet di HP-nya.

Selain itu, jelas AKP P Harahap, hasil dari pemeriksaan nantinya akan dibuka bersama di Mapolres.
Jika dari hasil pemeriksaan nantinya, kata AKP P Harahap, diketahui kondisi kejiwaan Zulkifli normal maka MPU akan membuat laporan ke polisi untuk diproses hukum.

Terkait kasus dugaan penghinaa ulama Juni 2015 lalu, jelas AKP P Harahap, pihak keluarga Zulkifli telah membuat pernyataan di Mapolsek Idi Rayeuk bahwa Zulkifli akan dibawa ke RS jiwa di Banda Aceh.


“Akan tetapi hingga saat ini tidak dilakukan. Bahkan, setelah kejadian itu keluarga Zulkifli tidak pro aktif dengan pihak Polsek Idi Rayeuk, terkait perkembangan kasus Zulkifli,” jelas AKP P Harahap. (tb)

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…