Skip to main content

Mengerikan, Fakta mencengangkan Bom Panci dinobatkan menjadi Kakek segala Bom di dunia !!



Berikut penjelasan densus mengenai daya ledak Bom Panci menurut Densus 88 :

Penangkapan teroris yang dilakukan Detasemen Khusus Anti Teror (Densus 88) di kawasan Bekasi membuat ketakutan masyarakat. Karena menurut rilis resmi kepolisian daya ledak dari bom berbentuk panci tersebut sangat mengerikan 300 meter.

Kabag Mitra Biro Penerangan Masyarakat Div Humas Polri, Kombes Awi Setiyono, mengatakan bom itu tergolong bom yang mempunyai daya ledak tinggi atau high explosion.

“Dari informasi hasil olah TKP, dari Puslabfor Mabes Polri daya ledakan tinggi. Kalau ditanya daya ledak tinggi, low sama high itu di atas 4000 km perdetik kecepatan daya ledaknya,” kata Awi Setiyono, Minggu (11/12/2016).

Berikut Perbandingan dengan 2 Bom Terbesar didunia

Ternyata bom panci buatan Indonesia lebih hebat dari bom MOAB buatan Amerika dan bahkan lebih hebat dari bom FOAB buatan Rusia 😄

MOAB (Mother Of All Bomb) buatan Amerika menghasilkan ledakan setara dengan 11 ton TNT dari 8,5 ton bahan peledaknya. Tingkat kerusakan MOAB adalah radius 150 meter. Sedangkan bom panci cuma dg bahan 3 Kg saja radiusnya bisa 300m..!!! 😱

FOAB (Father Of All Bomb) buatan Rusia yg di klaim lebih kuat dari MOAB made in America, dengan bobot bahan peledak seberat 7,1 ton mampu menghasilkan ledakan setara dengan 44 ton TNT dan dengan tingkat kerusakan radius 300 meter. Bisa dibayangkan, bom canggih buatan Rusia pun butuh 7,1 Ton TNT utk bs punya tingkat radius kerusakan 300m..!!! 🙈

jadi sebaiknya bom panci disahkan menjadi Kakeknya segala bom di dunia .. Jeng jeeeeeng 😎😎😤😤

Jadi yg bodoh itu Amerika, Rusia atau..? 😄

rujukan :

https://en.m.wikipedia.org/wiki/GBU-43/B_Massive_Ordnance_Air_Blast
m.wikipedia.org/wiki/Father_of_All_Bombs
http://www.artileri.org/2012/02/bom-moab-mother-of-all-bomb-bom.html?m=1
http://www.artileri.org/2012/02/bom-foab-father-of-all-bomb-bom-non.html?m=1

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…