Skip to main content

Mengejutkan! Ternyata Inilah Dampak yang Terjadi pada Tubuh saat lagi Mengalami Patah Hati

ilustrasi

Anda yang sekarang tengah jatuh cinta, maka Anda tak perlu membaca uraian ini.

Namun, Anda yang baru saja putus cinta, maka kajian berikut ini kemungkinan bisa memberikan penjelasan dari rasa gundah dan kegelisahan yang sedang Anda rasakan.

“Jatuh cinta menyebabkan tubuh melepaskan sekumpulan hormon yang membuat Anda merasa selalu bahagia. Hormon ini menciptakan reaksi fisik yang nyata, yakni pipi Anda menjadi terlihat lebih segar, telapak tangan berkeringat tiap kali bertemu si dia, dan jantung berpacu cepat,” jelas Pat Mumby, seorang psikolog.

Sebaliknya, putus cinta membuat semua hal yang terjadi pada tubuh saat jatuh cinta sirna seketika dan berganti dengan sindrom yang membuat emosi Anda bergerak ke sisi negatif.

Otomatis, hal ini pun berdampak pada kondisi fisik Anda.

Berdasarkan studi dari Stony Brook University efek patah hati atau putus cinta memiliki keserupaan yang tinggi dengan pecandu heroin yang sedang mencoba berhenti.

Rasa sakit hati dan kekecewaan saat putus cinta, menurut studi, menciptakan kondisi tubuh sama dengan pecandu heroin yang sedang menderita sakaw menginginkan untuk kembali menghirup narkotika tersebut.

Hal yang demikian menjadi alasan mengapa seseorang yang sedang patah hati merasa benar-benar hancur dan putus asa.

Sebab, patah hati memang benar memberikan efek buruk secara fisik dan mental.

Studi menyimpulkan bahwa peralihan hormon bahagia (serotonin) menjadi hormon stres (dopamine) ketika seseorang patah hati mengaktifkan bagian otak yang sama ketika seorang pecandu menginginkan mengonsumsi heroin.

Sumber: tribun

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…