Skip to main content

Menakjubkan, yang GRATIS GRATIS dari Pijat, Sajadah, Ketoprak hingga Es Cincau Warnai Aksi Damai 212


Banyak hal menarik terjadi pada aksi damai 212. Bukan hanya semangat berorasi seraya mengumandang takbir, massa aksi 212 juga dibanjiri konsumsi gratis. 

Sejak Jumat (2/12/2016) pagi, massa sudah dibanjiri sarapan gratis yang diberikan di sekitar kawasan Monas. Sarapan yang dibagikan berupa nasi bungkus dan roti.

Menjelang Salat Jumat, konsumsi yang dibagikan gratis kepada massa aksi 212 semakin beragam. Massa juga dapat mencicipi ketoprak dan es cincau gratis. 

Massa aksi damai 212 memang bukan hanya dari wilayah jabodetabek. Terdapat juga massa yang berasal dari luar pulau Jawa. Nantinya massa akan mengikuti Salat Jumat dan doa bersama. 



Makanan, Minuman hingga Sajadah Gratis untuk Peserta Aksi 212





 Aksi Bela Islam jilid III yang digelar hari ini di Kawasan Monas, Jakarta Pusat, membuat umat Islam bersatu. Sejumlah dermawan tanpa beban memberikan makanan, minuman hingga sajadah bagi gratis bagi para peserta aksi. 

Pantauan SINDOnews, sejumlah donatur memberikan makanan dan minuman gratis di Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat. Para peserta aksi yang baru turun dari KRL Commuter Line disambut dengan pemberian makanan dan minuman gratis. 

Tak itu saja di Kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, sebagian orang membagikan sajadah gratis bagi para peserta aksi yang tidak membawa alat salat. 



(whb








Dompet Dhuafa Berikan Layanan Pijat Gratis untuk Peserta Aksi Bela Islam III Libatkan 50 Tunanetra




Dompet Dhuafa menyediakan layanan mobil pijat gratis yang melibatkan 50 tunanetra dan relawan bagi para peserta doa bersama 2 Desember di Kawasan Monumen Nasional dan Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (2/12/2016).
“Kami ketika melihat peserta doa bersama asal Ciamis berjalan kaki ke Jakarta, kami kepikiran untuk membuat layanan pijat gratis ini,” kata Direktur ZIS Mobilization Dompet Dhuafa, Bambang Suherman di Kawasan Monas, Jakarta.
“Kami mendekati jaringan tunanetra karena memiliki kemampuan dalam memijat dan juga membuka pendaftaran bagi relawan yang ingin berpartisipasi memberikan pelayanan,” ujarnya.
Bambang menjelaskan, selain membutuhkan logistik untuk kelancaran acara, peserta doa bersama juga membutuhkan pelayanan yang menyegarkan.


Oleh karena itu Dompet Dhuafa memutuskan untuk membuat layanan pijat gratis sebagai bentuk kepedulian masyarakat.
“Layanan ini menerapkan dua model yaitu yang bergerak sejak semalam untuk melayani peserta doa yang mulai datang ke Jakarta dari wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi. Lalu model yang tetap, ini berjalan sejak Jumat pagi,” ujarnya.
Menurut Bambang, saat ini mobil layanan pijat gratis disiagakan di dua titik yaitu Monas dan Gambir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dia menjelaskan, untuk titik Monas dimaksudkan melayani masyarakat yang berada di wilayah depan sedangkan di Gambir untuk peserta doa yang ada di sekitaran Tugu Tani.- Kompas




Sumber | republished by PortalDunia.Com !

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…