Header Ads

Media Tunisia Ungkap Pembunuhan Insinyur Drone Hamas oleh Mossad


Tunis – Mossad diyakini berada di balik pembunuhan Mohammad al-Zawahri, insinyur penerbangan organisasi perlawanan Palestina, Hamas. Menurut laporan media Tunisia, Al-Zawahri ditembak mati dari jarak dekat di dalam mobilnya di kota Sfax pada Kamis (15/12) lalu.

Wartawan dari media tersebut, Burhan Basis menulis bahwa al-Zawahri meninggalkan Tunisia pada tahun 1991 ke Suriah. Di sana ia melakukan kontak dengan Hamas dan akhirnya menjadi rekan dekat organisasi tersebut. Menurut Basis, insinyur yang ahli dalam pesawat tak berawak itu berada di bawah pengawasan Mossad hingga akhirnya dibunuh pada hari Kamis.

Sementara itu, situs Al-Khaleej Online melaporkan dari seorang sumber terpercaya bahwa selama beberapa tahun terakhir, Al-Zawahri telah menerima serangkaian ancaman melalui panggilan telepon atas karyanya dan dukungannya untuk Palestina. Sumber itu meyakini bahwa badan keamanan asing terlibat dalam pembunuhannya.

Media Tunisia lebih lanjut melaporkan beberapa tersangka telah ditangkap sehubungan dengan pembunuhan itu. Lima jam setelah pembunuhan itu, Komisaris Keamanan Nasional Tunisia, Abed al-Rahman Balhaj Ali, mengumumkan pengunduran dirinya tanpa alasan yang jelas. Sumber-sumber politik di Tunisia tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa pengunduran dirinya masih ada kaitan dengan pembunuhan itu.

Kemampuan pesawat tak berawak Hamas diakui saat Operasi Pilar Pertahanan pada tahun 2012. Dalam beberapa tahun terakhir, Hamas dituding menggunakan teknologi itu untuk mencoba menyusup ke Israel. Pasukan Keamanan Israel mengklaim bahwa Hamas nantinya akan menggunakan teknologi untuk melakukan serangan, meskipun dengan kemampuan yang rendah.
Powered by Blogger.